Silahkan Analisis Blog Lapotuak Edisi Feb 2008

Ya inilah edisi terakhir (Feb 2008) yang terlacak oleh Mesin waktu Web Archive (http://web.archive.org).  Silahkan cek juga lainnya di sini. Bung Roy Suryo sekiranya terlibat di tim kepolisian apakah sudah kau cek melalui situs Web Archive?

Dari analisa saya secara sekilas sekelebatan dalam tempo sesingkat-singkatnya, blogger Lapotuak adalah orang Batak. Ada tulisan/post yang membahas seputar orang Batak (?) … Ya bisa juga analisa saya keliru …

Berita Antara: “Blogger” itu Belum Tentu Orang Batak, Kata Roy Suryo

Saya copy sebagian di bawah ini salah satu post blog Lapotuak:

BATAK TOBA, KETURUNAN ISRAEL YANG HILANG

Posted January 11, 2008 by
Categories:
batak, bukti, israel

BATAK TOBA, KETURUNAN ISRAEL YANG HILANG

(Batak – Israeli)

Bangsa Israel kuno terdiri dari 12 suku. Setelah raja Salomo wafat,
negara Israel pecah menjadi dua bagian. Bagian Selatan terdiri dari
dua suku yaitu Yehuda dan Benjamin yang kemudian dikenal dengan nama
Yehuda, atau dikenal dengan nama Yahudi. Kerajaan Selatan ini
disebut Yehudah, ibukotanya Yerusalem, dan daerahnya dinamai Yudea.

Bagian utara terdiri dari 10 suku, disebut sebagai Kerajaan Israel.
Dalam perjalanan sejarah, 10 suku tersebut kehilangan identitas
kesukuan mereka. Kerajaan utara Israel tidak lama bertahan sebagai
sebuah negara dan hilang dari sejarah. Konon ketika penaklukan
bangsa Assyria, banyak orang Kerajaan Utara Israel yang ditawan dan
dibawa ke sebelah selatan laut Hitam sebagai budak. Sebagian lagi
lari meninggalkan asalnya untuk menghindari perbudakan.

Sementara itu Kerajaan Yehudah tetap exist hingga kedatangan bangsa
Romawi. Setelah pemusnahan Yerusalem pada tahun 70 oleh bala tentara
Romawi yang dipimpin oleh jenderal Titus, orang-orang Yehudah pun
banyak yang meninggalkan negerinya dan menetap di negara lain,
terserak diseluruh dunia.

Jauh sebelum itu, ketika masa pembuangan ke Babilon berakhir dan
orang-orang Yehudah atau disebut Yahudi diijinkan kembali ke
negerinya, dan sepuluh suku Israel dari Kerajaan utara memilih tidak
pulang tetapi meneruskan petualangan kearah Timur. Demikian juga
dengan mereka yang diperbudak di selatan laut Hitam, setelah masa
perbudakan selesai, tidak diketahui kemana mereka pergi melanjutkan
hidup.

Dengan demikian banyak diantara bangsa Israel kuno kemudian
kehilangan identitas mereka sebagai orang Israel. Ada sekelompok
penduduk di daerah Tiongkok barat, diterima sebagai puak Cina,
tetapi secara umum profil wajah mereka agak berbeda dengan penduduk
Cina pada umumnya. Perawakan mereka lebih besar, hidung agak
mancung, namun berkulit kuning dan bermata sipit. Mereka menyembah
Allah yang bernama Yahwe. Sangat mungkin mereka adalah keturunan
sepuluh suku Israel yang hilang yang telah kawin campur dengan
penduduk lokal sehingga kulit dan mata menjadi seperti penduduk asli.

Saya percaya banyak diantara para pembaca yang mengetahui bahwa di
negeri Israel ada sekelompok kecil orang Israel yang berkulit hitam.
Mereka adalah suku Falasha, yang sebelum berimigrasi ke Israel hidup
di Etiopia selama ratusan generasi. Fisik mereka persis seperti
Negro dengan segala spesifikasinya yaitu kulit hitam legam, bibir
tebal, rambut keriting, dll.

Mereka mengklaim diri mereka sebagai keturunan Israel atau disebut
Beta Israel, dan dengan bukti-bukti yang dimiliki, mereka mampu
memenuhi seluruh kriteria yang dituntut oleh Pemerintah Israel yang
merupakan syarat mutlak supaya diakui sebagai Israel perantauan.
Setelah memperoleh pengakuan sebagai keturunan Israel, sebagian dari
mereka kembali ke Tanah Perjanjian sekitar 15 tahun lalu dengan
transportasi yang disediakan oleh Pemerintah Israel. Itulah sebabnya
mengapa ada Israel hitam.

Mereka seperti orang Negro karena intermarriage dengan perempuan-
perempuan lokal sejak kakek moyang mereka pergi ke Ethiopia. Kita
tahu bahwa bahwa Ethiopia adalah salah satu negara yang penduduknya
mayoritas Kristen yang paling tua didunia. Ingat sida-sida yang
dibaptis oleh Filipus dalam Kisah 8:26-40. Bahkan sebelum era
Kekristenan pun sudah ada penganut Yudaisme disana.Walaupun banyak
yang kembali, sebahagian lagi tetap memilih menetap di negeri itu,
dan merekalah yang menjaga dan memelihara Tabut Perjanjian yang
konon ada disana.

Apakah ada diantara para pembaca yang pernah mendengar selentingan
bahwa etnik Bangso Batak Toba, adalah juga keturunan bangsa Israel
kuno yang hilang? Mungkin saja tidak, karena orang-orang Batak Toba
sendiri banyak yang tidak mengetahuinya, kecuali segelintir yang
memberikan perhatian terhadap hal ini.

Menurut kamus umum bahasa Indonesia Batak mempunyai arti (sastra),
adalah petualang, pengembara, sedang membatak berarti berpetualang,
pergi mengembara. Walaupun demikian orang Batak dikenali dengan
sikap dan tindakannya yang khas, yaitu terbuka, keras dan apa-adanya.

Hosea 19:17: Allahku akan membuang mereka (ISRAEL YANG MURTAD),
sebab mereka tidak mendengar Dia, maka mereka akan MENGEMBARA
diantara bangsa-bangsa.

Mengapa di Sumatera, karena Sumatera adalah salah satu pulau di
Hindia yang berdekatan dengan India. Bandingkan Yesaya 11:11: Pada
waktu Tuhan akan mengangkut pula tangaNya untuk menebus sisa-sisa
umatNya (Bangsa ISRAEL YANG MURTAD) yang tertinggal di Asyur, dan di
Mesir, di Patros, di Ethiopia, dan di Elam, di Sinear, di Hamat dan
di Pulau-pulau di Laut.

Seperti yang diungkapkan oleh seorang anthropolog dan juga pendeta
dari Belanda, profesor Van Berben, dan diperkuat oleh prof Ihromi,
guru besar di UI (Universitas In 782 donesia), bahwa tradisi etnik
Tapanuli (Batak Toba) sangat mirip dengan tradisi bangsa Israel kuno.

Pendapat itu didasarkan atas alasan yang kuat setelah membandingkan
tradisi orang Tapanuli dengan catatan-catatan tradisi Israel dalam
Alkitab yang terdapat pada sebahagian besar kitab Perjanjian Lama,
dan juga dengan catatan-catatan sejarah budaya lainnya diluar
Alkitab.

Beberapa peneliti dari etnis Tapanuli juga yakin bahwa Batak adalah
keturunan Israel yang sudah lama terpisah dari induk bangsanya, tapi
karena intermarriage dengan penduduk lokal ditempat mana mereka
bermukim membuat orang Batak secara fisik menjadi seperti orang
Melayu.

Seorang Batak Toba, yang sudah lebih dari 20 tahun tinggal di Israel
dan menjadi warga negara, berusaha mengumpulkan data-data untuk
pembuktian. Setelah merasa sudah cukup, dia mengajukannya ke
pemerintah Israel yang waktu itu masih dipimpin oleh PM Yitzak Rabin.

Tetapi tenyata data tersebut belum bisa memenuhi seluruh kriteria.
Pemerintah Israel kemudian meminta agar kekurangannya dicari hingga
dapat mencapai 100 persen supaya pengakuan atas etnis Batak sebagai
orang Israel diperantauan dapat diberi. Konon kekurangan itu
terutama terletak pada silsilah yang banyak missing links-nya, dan
menelusuri silsilah itu agar sempurna sama sulitnya dengan menyelam
ke perut bumi.

Peneliti berharap suatu waktu pada masa depan, Pemerintah Israel
bisa saja mengubah kriterianya dengan menjadi lebih lunak dan etnik
Batak diterima sebagai bahagian yang terpisah dari mereka.

Setelah mendengar selentingan itu, saya benar-benar menaruh minat
untuk menyelidiki sejauh mana budaya Bangso Batak Toba dapat memberi
bukti similaritasnya dengan tradisi Israel kuno. Alkitab adalah buku
yang prominent dan sangat layak serta absah sebagai kitab pedoman
untuk mencari data budaya Israel kuno yang menyatu dengan unsur
sejarah dan spiritual.

Beberapa diantara kesamaan tradisi Batak Toba dengan tradisi Israel
kuno adalah sebagai berikut:

1). Pemeliharaan silsilah (Tarombo dan Marga)

Semua orang Tapanuli, terutama laki-laki, dituntut harus mengetahui
garis silsilahnya. Demikian pentingnya silsilah, sehingga siapa yang
tidak mengetahui garis keturunan kakek moyangnya hingga pada dirinya
dianggap na lilu – tidak tahu asal-usul – yang merupakan cacat
kepribadian yang besar.

Bangsa Israel kuno juga memandang silsilah sebagai sesuatu yang
sangat penting. Alkitab, sejak Perjanjian Lama hingga Perjanjian
Baru sangat banyak memuat silsilah, terutama silsilah dari mereka
yang menjadi figur penting, termasuk silsilah Yesus Kristus yang
ditelusuri dari pihak bapak(angkat) Nya Yusuf, yang keturunan Daud
dan pihak ibuNya (Maria).

Catatan:

MARGA adalah kelompok kekerabatan menurut garis keturunan ayah
(patrilineal) .Sistem kekerabatan patrilineal menentukan garis
keturunan selalu dihubungkan dengan anak laki laki. Seorang ayah
merasa hidupnya lengkap jika ia telah memiliki anak laki-laki yang
meneruskan marganya. Sesama satu marga dilarang saling mengawini,
dan sesama marga disebut dalam Dalihan Na Tolu disebut Dongan Tubu.
Menurut buku “Leluhur Marga Marga Batak”, jumlah seluruh Marga Batak
sebanyak 416, termasuk marga suku Nias.

Catatan: Marga dalam kamus Inggris Hassan Shadily dan John Echols
adalah CLAN, yakni Suku, Marga, dan KAUM. Dalam arti yang lain,
Marga bias berarti Warga, dari bahasa India (Sansekerta,
kemungkinannya) . Jadi, kalau ada orang Batak bermarga Tampubolon,
berarti dia berasal dari KAUM TAMPUBOLON. Bandingkan dengan KAUM
LEWI, KAUM YEHUDAH, KAUM SIMEON dan lain-lain.

TAROMBO adalah silsilah, asal-usul menurut garis keturunan ayah.
Dengan tarombo seorang Batak mengetahui posisinya dalam marga. Bila
orang Batak berkenalan pertama kali, biasanya mereka saling tanya
Marga dan Tarombo. Hal tersebut dilakukan untuk saling mengetahui
apakah mereka saling “mardongan sabutuha” (semarga) dengan
panggilan “ampara” atau “marhula-hula” dengan
panggilan “lae/tulang” . Dengan tarombo, seseorang mengetahui apakah
ia harus memanggil “Namboru” (adik perempuan
ayah/bibi), “Amangboru/Makela” ,(suami dari adik ayah/Om), “Bapatua/
Amanganggi/ Amanguda” (abang/adik ayah), “Ito/boto” (kakak/adik) ,
PARIBAN atau BORU TULANG (putri dari saudara laki laki ibu) yang
dapat kita jadikan istri, dst.

2). Perkawinan yang ber-pariban

Ada perkawinan antar sepupu yang diijinkan oleh masyarakat Batak,
tapi tidak sembarang hubungan sepupu. Hubungan sepupu yang diijinkan
untuk suami-istri hanya satu bentuk, disebut marpariban. Cukup
report menerangkan hal ini dalam bahasa Indonesia karena bahasa ini
tidak cukup kaya mengakomodasi sebutan hubungan perkerabatan dalam
bahasa Batak. Yang menjadi pariban bagi laki-laki ialah boru ni
tulang atau anak perempuan dari saudara laki-laki ibu. Sedangkan
yang menjadi pariban bagi seorang gadis ialah anak ni namboru atau
anak laki-laki dari saudara perempuan bapa.

Hanya hubungan sepupu yang seperti itu yang boleh menjadi suami-
isteri. Karena suku Batak penganut patriarch yang murni, ini adalah
perkawinan ulang dari kedua belah pihak yang sebelumnya sudah
terjalin dengan perkawinan.

Mari kita bandingkan dengan Alkitab. Pada kitab Kejadian, Yakub
menikah dengan paribannya, anak perempuan Laban yaitu Lea dan Rahel.
Laban adalah tulang dari Yakub. (Saudara laki-laki dari Ribka, ibu
dari Yakub). Didunia ini sepanjang yang diketahui hanya orang Israel
kuno dan orang Batak yang sekarang memegang tradisi hubungan
perkawinan seperti itu.

3). Pola alam semesta

Orang Batak membagi tiga besar pola alam semesta, yaitu banua
ginjang (alam sorgawi), banua tonga (alam dimensi kita), dan banua
toru (alam maut). Bangsa Israel kuno juga membagi alam dengan pola
yang sama.

4). Kredibilitas

Sebelum terkontaminasi dengan racun-racun pikiran jaman modern,
setiap orang Batak, terutama orang tua, cukup menitipkan sebuah
tempat sirih (salapa atau gajut), ataupun sehelai ulos, sebatang
tongkat, atau apa yang ada pada dirinya sebagai surat jaminan hutang
pada pihak yang mempiutangkan, ataupun jaminan janji pada orang yang
diberi janji. Walaupun nilai ekonomis barang jaminan bisa saja
sangat rendah tetapi barang tsb adalah manifestasi dari martabat
penitip, dan harus menebusnya suatu hari dengan merelealisasikan
pembayaran hutang ataupun janjinya. Budaya Israel kuno juga
demikian. Lihat saja Yehuda yang menitipkan tongkat kepada Tamar
sebagai jaminan janji (Kej. 38).

5). Hierarki dalam pertalian semarga

Dalam budaya Batak, jika seorang perempuan menjadi janda, maka laki-
laki yang paling pantas untuk menikahinya ialah dari garis keturunan
terdekat dari mendiang suaminya. Ini dimaksudkan agar keturunan
perempuan tsb dari suami yang pertama tetap linear dengan garis
keturunan dari suami yang kedua. Misalnya, seorang janda dari
Simanjuntak sepatutnya menikah lagi adik laki -laki mendiang
(bandingkan dengan Rut 1:11).

Jika tidak ada adik laki-laki kandung, sebaiknya menikah dengan
saudara sepupu pertama dari mendiang yang dalam garis silsilah
tergolong adik. Jika tidak ada sepupu pertama, dicari lagi sepupu
kedua. Demikian seterusnya urut-urutannya. Hal semacam ini
diringkaskan dalam ungkapan orang Batak : “Mardakka do salohot,
marnata do na sumolhot. Marbona do sakkalan, marnampuna do ugasan”.

Dalam tradisi Israel kuno, kita dapat membaca kisah janda Rut dan
Boas. Boas masih satu marga dengan mendiang suami Rut, Kilyon. Boas
ingin menikahi Rut, tapi ditinjau dari kedekatannya menurut garis
silsilah, Boas bukan pihak yang paling berhak. Oleh sebab itu dia
mengumpulkan semua kerabat yang paling dekat dari mendiang suami
Rut, dan mengutarakan maksudnya. Dia akan mengurungkan niatnya jika
ada salah satu diantara mereka yang mau menggunakan hak adat-nya,
mulai dari pihak yang paling dekat hubungan keluarganya hingga yang
paling jauh sebelum tiba pada urutan Boas sendiri. Ya, mardakka do
salohot, marnata do na sumolhot. (Baca kitab Rut).

6). Vulgarisme

Setiap orang dapat marah. Tetapi caci maki dalam kemarahan berbeda-
beda pada tiap-tiap etnik. Orang Amerika terkenal dengan serapah:
son of a bitch, bastard, idiot, dll yang tidak patut disebut disini.
Suku-suku di Indonesia ini umumnya mengeluarkan makian dengan
serapah : anjing, babi, sapi, kurang ajar, dll.

Pada suku Batak makian seperti itu juga ada, tetapi ada satu yang
spesifik. Dalam sumpah serapahnya seorang Batak tak jarang memungut
sehelai daun, atau ranting kecil, atau apa saja yang dapat diremuk
dengan mudah. Maka sambil merobek daun atau mematahkan ranting yang
dipungut/dicabik dari pohon dia mengeluarka 6ea n sumpah
serapahnya:, , Sai diripashon Debata ma au songon on molo so hudege,
hubasbas, huripashon ho annon !!!”. Terjemahannya kira-kira
begini:,,Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku kalau kamu tidak
kuinjak, kulibas, kuhabisi !!!”.

Robeknya daun atau patahnya ranting dimaksudkan sebagai simbol
kehancuran seterunya. Orang-orang Israel kuno juga sangat terbiasa
dengan sumpah serapah yang melibatkan Tuhan didalamnya. Vulgarisme
seperti ini terdapat banyak dalam kitab Perjanjian Lama, diantaranya
serapah Daud pada Nabal. (1 Sam. 25, perhatikan ayat 22 yang persis
sama dengan sumpah serapah orang Batak).

7). Nuh dan bukit Ararat

Ada beberapa etnik didunia ini yang mempunyai kisah banjir besar
yang mirip dengan air bah dijaman Nuh. Tiap etnik berbeda alur
ceritanya tetapi polanya serupa. Etnik Tapanuli juga punya kisah
tentang air bah, tentu saja formatnya berbeda dengan kisah Alkitab.
Apabila orang-orang yang sudah uzur ditanya tentang asal-usul suku
Batak, mereka akan menceritakan mitos turun temurun yang mengisahkan
kakek moyang orang Batak diyakini mapultak sian bulu di puncak bukit
Pusuk Buhit.

Pusuk Buhit adalah sebuah gunung tunggal yang tertinggi di Tapanuli
Utara, dipinggiran danau Toba. Pusuk Buhit sendiri artinya adalah
puncak gunung. Pusuk Buhit tidak ditumbuhi pohon, jelasnya tidak ada
bambu disana. Yang ada hanya tumbuhan perdu, ilalang, dan rumput
gunung. Bambu – dari mana kakek moyang keluar – menurut nalar
mendarat di puncak gunung itu dan mereka keluar dari dalamnya
setelah bambunya meledak hancur. Mengapa ada bambu pada puncak Pusuk
Buhit yang tandus dan terjal? Tentu saja karena genangan air yang
mengapungkannya, yang tak lain adalah banjir besar.

Dapat dipahami mengapa jalan cerita menjadi seperti itu, karena
setelah ribuan tahun terpisah dari induk bangsanya, narasi jadi
berbeda. Bahtera Nuh berubah menjadi sebentuk perahu bambu berbentuk
pipa yang kedua ujungnya ditutup, dan Bukit Ararat berubah menjadi
Pusuk Buhit.

8). Mangokal Holi atau Eksumasi (Pemindahan tulang belulang)

Jika Pemerintah mengubah fungsi lahan pekuburan, wajar jika tulang-
belulang para almarhum/ah dipindahkan oleh pihak keluarga yang
terkait. Alasan ini sangat praktis.
Bagi orang Tapanuli, penggalian tulang belulang (eksumasi) dari
kerabat yang masih satu dalam garis silsilah dan dikuburkan didaerah
lain adalah praktek yang sangat umum hingga sekarang. Sering
alasannya hanya untuk kepuasan batin belaka walaupun biayanya sangat
mahal karena termasuk dalam kategori perhelatan besar.

Pada bangsa Israel kuno hal semacam adalah kebiasaan umum. Sejarah
sekuler menuturkan bahwa tulang belulang Yusuf dibawa dari Mesir
ketika bangsa ini keluar dari sana. Juga dalam kitab lain dalam
Perjanjian Lama, sekelompok masyarakat berniat memindahkan tulang
belulang dari satu pekuburan (walaupun kemudian dihalangi oleh
seorang nabi).

9). Peratap/Ratapan

Adalah wajar bagi jika satu keluarga menangis disekeliling anggota
keluarga / kerabat yang meninggal dan terbujur kaku. Mereka
menangisi si mati, dan seseorang meratapinya. Meratap berbeda dengan
menangis. Meratap dalam bahasa Tapanuli disebut mangandung.
Mangandung ialah menangis sambil melantunkan bait-bait syair
kematian dan syair kesedihan hati.

Karena sepenuhnya terikat dengan komponen syair-sayir maka
mangandung ad 676 alah satu bentuk seni yang menuntut keahlian.
Untuk memperoleh kepiawaian harus belajar. Bahasa yang digunakan
sangat klasik, bukan bahasa sehari-hari. Setiap orang-tua yang
pintar mangandung akan mendapat pujian dan sering diharapkan
kehadirannya pada setiap ada kematian.

Di desa-desa, terutama di daerah leluhur – Tapanuli – tidak
mengherankan kalau seseorang orang yang tidak ada hubungan keluarga
dengan orang yang meninggal, bahkan tidak dikenal oleh masyarakat
setempat, namun turut mangandung disisi mayat. Masyarakat mendukung
hal seperti itu. Kata-kata yang dilantukan dalam irama tangisan
sangat menyentuh kalbu. Tak jarang pihak keluarga dari si mati
memberi pasinapuran (ang pao) kalau si peratap tersebut pintar,
sekedar menunjukkan rasa terima kasih.

Peratap-peratap dari luar ini sebenarnya tidak menangisi kepergian
si mati yang tidak dikenalnya itu. Alasannya untuk turut meratap
adalah semata-mata mengeluarkan kesedihan akibat kematian keluarga
dekatnya sendiri pada waktu yang lalu, dan juga yang lebih spesifik
yaitu mengekspresikan seni mangandung itu.

Ini sangat jelas dari ungkapan pertama sebelum melanjutkan andung-
andungnya :,,Da disungguli ho ma sidangolonhi tu sibokka nahinan”
Sibokka nahinan adalah anggota keluarga sipangandung yang sudah
meninggal sebelumnya. Selanjutnya dia akan lebih banyak berkisah
tentang mendiang familinya itu.

Bagaimana dengan bangsa Israel? Dari sejarah diketahui bahwa ketika
Yusuf (perdana menteri Mesir) meninggal, sanak keluarganya membayar
para peratap untuk mangandung. Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian
Baru berkali-kali mencatat kata -kata ratapan, meratap, peratap.
Kitab Ratapan yang ditulis oleh raja Salomo, dalam praktek Israel
kuno adalah syair-syair yang dilantunkan sambil mangandung, kendati
bukan pada acara kematian.

10). Hierarki pada tubuh

Dalam budaya Batak, kepala adalah anggota tubuh yang paling tinggi
martabatnya. Menyentuh kepala seseorang dengan tidak disertai
permintaan maaf yang sungguh-sungguh, bisa berakibat parah.
Sebaliknya anggota tubuh yang paling rendah derajatnya ialah telapak
kaki. Adalah penghinaan besar jika seseorang berkata kepada
seseorang lain:,,Ditoru ni palak ni pathon do ho = Kau ada dibawah
telapak kakiku ini”, sambil mengangkat kaki memperlihatkan telapak
kakinya pada seteru. Penghinaan seperti ini hanya dilontarkan oleh
seseorang yang amarahnya sudah memuncak dan sudah siap berkelahi.

Pada zaman dulu, dalam setiap pertemuan, telapak kaki selalu
diusahakan tidak nampak ketika duduk bersila. Pada bangsa-bangsa
Semitik tertentu di Timur Tengah, tradisi semacam ini masih tetap
dijaga hingga sekarang karena memperlihatkan telapak kaki pada orang
lain adalah pelanggaran etika yang berat, karena telapak kaki tetap
dianggap anggota tubuh yang paling hina derajatnya.

11). Tangan kanan dan sisi kanan

Dalam budaya Tapanuli, sisi kanan dan tangan kanan berbeda tingkat
kehormatannya dengan sisi kiri dan tangan kiri. Jangan sekali-kali
berinteraksi dengan orang lain melalui tangan kiri jika tidak karena
terpaksa. Itupun harus disertai ucapan maaf. Dalam Alkitab banyak
tercatat aktivitas sisi `kanan’ yang melambangkan penghormatan atau
kehormatan.

Yusuf sang perdana menteri Mesir memprotes ayahnya Yakub yang
menyilangkan tangannya ketika memberkati Manasye dan Efraim (baca
Kejadian 48). Rasul Paulus dalam salah satu suratnya menyiratkan
hierarki anggota tubuh ini. Juga baca Pengkhotbah 10:2, Mzm 16:8,
Mat 25:33, 26:64 Mrk 14:62, Kis 7:55-56, 1Pet 3:22, dll.

12). Anak sulung

Dalam hierarki keluarga, posisi tertinggi diantara seluruh keturunan
bapak/ibu ialah anak sulung. Ia selalu dikedepankan dalam memecahkan
berbagai masalah, juga sebagai panutan bagi semua adik-adiknya. Jika
ayah (sudah) meninggal, maka anak sulung yang sudah dewasa akan
mengganti posisi sang ayah dalam hal tanggung jawab terhadap seluruh
anggota keluarga seperti yang diungkapkan dalam umpasa : Pitu batu
martindi-tindi, alai sada do sitaon na dokdok. Sitaon na dokdok itu
adalah si anak sulung. Tanggung jawab itulah yang membuat dia besar,
memberi karisma dan wibawa. Karisma dan wibawa, itulah profil yang
melekat pada anak sulung.

Alkitab ditulis dengan bahasa manusia, bangsa Israel kuno. Deskripsi
tentang anak sulung pada bangsa ini sama seperti yang ada pada suku
Batak yang sekarang, sehingga the term of the firstborn (istilah
anak sulung) banyak terdapat dalam kitab tersebut. (baca Kel 4:22,
34:20, 13:12 dan 15, Im 27:26, Bil 3:13, 8:17, Mzm 89:28, Yer 31:9,
Hos 9:20, Rom 8:23, Luk 2:27, 11:16, 1Kor 15:20 dan 23, Kol 1:15 dan
18, Ibr 1:6, Yak 1:18, dll)

13). Gender

Hingga sekarang posisi perempuan dalam hubungan dengan pencatatan
silsilah selamanya tidak disertakan karena perempuan dianggap milik
orang lain, menjadi paniaran ni marga yang berbeda. Hal yang sama
terjadi pada bangsa Israel kuno ; bangsa ini tidak memasukkan anak
perempuan dalam silsilah keluarga. Ada banyak silsilah dalam
Alkitab, tetapi nama perempuan tidak terdapat didalamnya kecuali
jika muncul sebagai yang sangat penting seperti Rut dan Maria (ibu
Yesus). Kalaupun nama Dina disebut juga dalam Alkitab, itu bukan
karena posisinya yang penting tetapi hanya sebagai pelengkap nama-
nama keturunan Yakub yang kemudian menurunkan seluruh bangsa Israel.
Dalam Tradisi Israel, anak perempuan tidak dihitung sebagai bangsa,
tetapi anak laki-laki, red.

13). Kemenyan BATAK TOBA

Ada cerita yang sangat dipercaya oleh masyarakat Tapanuli, Sumatera
Utara. Salah satu persembahan yang dibawa tiga majuz atau
cendekiawan dari timur untuk bayi Yesus yang baru dilahirkan di
Betlehem itu berasal dari Tanah Tapanuli. Persembahan itu berupa
kemenyan, mendampingi dua persembahan lainnya, emas dan mur. Lewat
cerita turun-temurun, masyarakat Tapanuli percaya kemenyan itu
dibawa dari Pelabuhan Barus, yang dulu pernah menjadi pelabuhan
besar, menuju Timur Tengah, hingga ke Betlehem. Cerita itu semakin
bergulir mengingat sebagian besar penduduk Tapanuli beragama Kristen
dan Katolik yang erat dengan cerita kelahiran Yesus Kristus.

Kebenarannya memang perlu diteliti, tetapi setidaknya dari cerita
itu bisa terlihat bahwa sampai sekarang pun getah harum bernama
kemenyan, yang dalam bahasa Batak disebut haminjon, itu begitu erat
dengan kehidupan orang Tapanuli. Kepala Badan Perencanaan dan
Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Utara yang juga mantan Bupati
Tapanuli Utara RE Nainggolan menjelaskan, kemenyan pernah sangat
menyejahterakan masyarakat Tapanuli.

Dan, getah harum itu ikut pula membesarkan namanya. “Nenek saya
pedagang kemenyan,” tuturnya. Ia tahu persis, pada tahun 1936
neneknya sudah mempunyai mobil untuk mengangkut kemenyan dari
Tapanuli ke Pelabuhan Sibolga. Saat itu harga satu kilogram kemenyan
sama dengan satu gram emas. Standar itu dipakai terus oleh petani
dan pengepul di Tapanuli: Satu kilogram kemenyan sama dengan satu
gram emas. Satu kilogram kemenyan juga setara satu kaleng (16
kilogram) beras. Selain cerita tentang persembahan dari timur untuk
Nabi Isa itu, tak banyak orang tahu sejarah kemenyan di Tapanuli.
Kebanyakan warga menyebutkannya sebagai tanaman ajaib yang sudah ada
ratusan tahun dan menghidupi masyarakat Tapanuli.

14). Monoteisme Hamalimon – Parmalim – Ugamo Malim

Hamalimon – Parmalim – Ugamo Malim, Agama Leluhur Bangso Batak Toba

Parmalim, kaum minoritas yang tegar mempertahankan nilai leluhur
batak. Kata Malim berasal dari bahasa Arab yang terdapat di kitab-
kitab suci; yang berarti suci dan saleh dari asal kata Muallim.
Dalam bahasa Arab Muallim merujuk kepada istilah orang suci yang
menjadi pembimbing dan sokoguru. Parmalim diistilah Batak berkembang
ke dalam pengertian; orang-orang saleh berpakaian sorban putih.

Parmalim merupakan agama monotheis asli Bangso Batak Toba. Parmalim
sudah ada sejak 497 Masehi atau 1450 tahun Batak.

TUHAN menurut Hamalimon –Parmalim – Ugamo Malim

Ugamo malim menyebut Tuhan adalah Mulajadi na Bolon (Awal Mula Yang
Besar, red). Mulajadi na Bolon adalah Tuhan Yang Maha Esa yang tidak
bermula dan tidak berujung. Bahwa Mulajadi na Bolon atau Tuhan itu
wujud atau ada. Tetapi tidak dapat dilihat. Dia tidak bermula dan
tidak mempunyai ujung. Dia adalah mutlak absolut, Maha Esa, Maha
Kuasa, Maha Agung dan tidak dapat dibandingkan. Dia dekat dan jauh
dari alam ciptaannya. Dia adalah kuasa yang menghukum dan kuasa
mengampuni. Kuasa kasih dan kuasa murka. Demikianlah sifat-sifat
Mulajadi Na Bolon, Tuhan yang satu bersadarkan Ugamo Malim.

Dalam Injil Perjanjian Lama, menceritakan Raja Salomo dikenal dengan
Nabi Sulaiman, memerintahkan rakyatnya melakukan perdagangan dan
membeli rempah-rempah hingga ke Ophir. Ophir patut diduga adalah
Barus di Tapanuli. Perkiraan itu punya jejak spiritual berbentuk
kepercayaan monotheisme. Misalnya Ugamo Parmalim yang menjadi agama
asli etnis Batak, meyakini Tuhan Yang Maha Esa dengan sebutan Ompu
Mulajadi Na Bolon (Parmalim atau Ugamo Malim, pen).

Selain itu, sekelompok penyebar ajaran Kristen Nestorian dari Persia
yakni Iran, yang menjejakkan kakinya di Barus. Kelompok itu
diperkirakan datang sekira tahun 600an Masehi dan mendirikan gereja
pertama di Desa Pancuran, Barus.

Tambahan: Dalam kitab umat Yahudi, Melakim (Raja-raja), fasal 9,
diterangkan bahwa Nabi Sulaiman a.s. raja Israil menerima 420
talenta emas dari Hiram, raja Tirus yang menjadi bawahan beliau.
Emas itu didapatkan dari negeri Ophir. Kitab Al-Qur’an, Surat Al-
Anbiya’ 81, menerangkan bahwa kapal-kapal Nabi Sulaiman a.s.
berlayar ke “tanah yang Kami berkati atasnya” (al-ardha l-lati barak-
Na fiha). Di manakah gerangan letak negeri Ophir yang diberkati
Allah itu? Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa negeri Ophir
itu terletak di Sumatera! Perlu dicatat, kota Tirus merupakan pusat
pemasaran barang-barang dari Timur Jauh. Ptolemaios pun menulis
Geographike Hyphegesis berdasarkan informasi dari seorang pedagang
Tirus yang bernama Marinus. Dan banyak petualang Eropa pada abad ke-
15 dan ke-16 mencari emas ke Sumatera dengan anggapan bahwa di
sanalah letak negeri Ophir-nya Nabi Sulaiman a.s.

Secara “teologis” bisa dikatakan bahwa ugamo malim juga menganut
paham monoteistik, kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena
tujuan akhir semua doa mereka tetap diarahkan kepada debata Mulajadi
Nabolon (Tuhan Pencipta langit dan bumi). Ini hal yang luar biasa
uniknya. Tidak ada analisis yang dapat menerangkan itu jika tidak
menghubungkannya dengan faham monoteisme Yudaisme bangsa Israel kuno
yang terbawa melekat hingga sekarang, tidak lekang oleh kikisan
kurun waktu ribuan tahun.

Dalam melaksanakan ibadah, Parmalim melaksanakan upacara (ritual)
Patik Ni Ugamo Malim untuk mengetahui kesalahan dan dosa, serta
memohon ampun dari Tuhan Yang Maha Esa yang diikuti dengan bergiat
melaksanakan kebaikan dan penghayatan semua aturan Ugamo Malim.

Sejak lahir hingga ajal tiba, seorang “Parmalim” wajib mengikuti 7
aturan Ugamo Malim dengan melakukan ritual (doa). Ke-7 aturan
tersebut adalah :

1. Martutuaek (kelahiran)
2. Pasahat Tondi (kematian)
3. Mararisantu (peribadatan setiap hari sabtu)
4. Mardebata (peribadatan atas niat seseorang)
5. Mangan Mapaet (peribadatan memohon penghapusan dosa)
6. Sipaha Sade (peribadatan hari memperingati kelahiran Tuhan
Simarimbulubosi)
7. Sipaha Lima (peribadatan hari persembahan / kurban)

Selain ke-7 aturan wajib di atas, seorang “Parmalim” harus
menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan seperti menghormati dan
mencintai sesama manusia, menyantuni fakir miskin, tidak boleh
berbohong, memfitnah, berzinah, mencuri, dan lain sebagainya. Diluar
hal tersebut, seorang “Parmalim” juga diharamkan memakan daging
babi, daging anjing dan binatang liar lainnya, serta darah.

Manusia yang mematuhi dan mengikuti ajaran Tuhan dan melakukannya
dalam kehidupannya, memiliki pengharapan kelak ia akan mendapat
kehidupan roh suci nan kekal.-Kata bijak Ugamo Malim

Secara implisit, inilah yang menjadi ajaran suci keyakinan Ugamo
Malim atau lebih dikenal dengan Parmalim di Tanah Batak sejak turun
temurun, seperti yang dikatakan Raja Marnakkok Naipospos selaku Ulu
Punguan (pemimpin spiritual) Parmalim terbesar di Desa Hutatinggi
Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir.

Menurut beberapa pandangan ilmuwan sosial, sebenarnya Ugamo Malim
layak menjadi sebuah agama resmi. Alasannya ialah dalam ajaran
aliran ini juga terdapat nilai-nilai religius yang bertujuan menata
pola kehidupan manusia menuju keharmonisan, baik sesama maupun
kepada Pencipta.

Dan secara ilmu sosial tujuan ini mengandung nilai luhur. Bahkan,
ajaran Parmalim menuntut manusia agar hidup dalam kesucian,”
jelasnya kemudian menerangkan secara detail asal-muasal kata
Parmalim yang berasal dari kata “malim”.

Malim berarti suci dan hidup untuk mengayomi sesama dan meluhurkan
Oppu Mulajadi Nabolon
atau Debata (Tuhan pencipta langit dan bumi). “Maka, Parmalim dengan
demikian merupakan orang-orang mengutamakan kesucian dalam
hidupnya,” jelas Marnangkok. Yang kami puja tak lain adalah Oppu
Mula Jadi Na Bolon bukan”begu” (roh jahat),” katanya.

“Dan inilah yang menjadi bias negatif dari masyarakat terhadap
Parmalim.” Marnangkok kemudian menjelaskan, Oppu Mula Jadi Nabolon
adalah Tuhan pencipta alam semesta yang tak berwujud, sehingga Ia
mengutus sewujud manusia sebagai perantaraannya (parhiteon), yakni
Raja Sisingamangaraja yang juga dikenal dengan Raja Nasiak Bagi.
Raja Nasiak Bagi merupakan julukan terhadap kesucian (hamalimon)
serta jasa-jasanya yang hingga akhir hidupnya tetap setia mengayomi
Bangsa Batak. Nasiak Bagi sendiri berarti ditakdirkan untuk hidup
menderita. Ia bukan raja yang kaya raya tetapi hidup sama miskin
seperti rakyatnya.

Dengan demikian, Parmalim meyakini bahwa Raja Sisingamangaraja dan
utusan-utusannya mampu mengantarkan mereka (Bangsa Batak) kepada
Debata. Ugamo Malim diyakini sebagian orang sudah ada sebelum ajaran
Kristen dan Islam masuk ke daerah itu. Hidup dalam kepasrahan.
Barangkali itu jugalah intisari dari pernyataan kata bijak Parmalim
yang mengatakan: “Baen aha diakkui sude bangso on hita, ia anggo so
diakkui Debata pangalahon ta.” (Tidakklah begitu berarti pengakuan
semua bangsa terhadap kita, dibandingkan pengakuan Tuhan terhadap
perilaku kita).

Catatan: Sisingamangaraja, adalah Singa yang merajai. Para Datu atau
Tua-Tua Batak Toba, menjuluki Singa bagi Hukum dan Singa bagi para
raja. Padahal Singa tidak ada di Tapanuli, yang ada hanyalah
Harimau. Kalau dilihat dari makna simbolis alkitab, hanya Suku
Yehuda yang dijuluki Singa Yehudah.

Seperti apa yang kemudian dijelaskan Marnangkok, Pemimpin
Parmalim, ” Untuk apa
pengakuan dari setiap bangsa jika Tuhan sendiri tidak mengakui
perbuatan kita di dunia ini?” Nampaknya, perjuangan Ugamo Parmalim
sudah berujung pada kepasrahan. Dalam kepasrahan ini tentu saja
masih ada harapan. Tapi, harapan itu bukanlah berasal dari dunia,
melainkan dari Oppu Mula Jadi Nabolon. Dalam harapan itu, ada pula
ketaatan untuk selalu mempertahankan hidup suci.

Selanjutnya ia mengucapkan kalimat dalam bahasa Batak, “Berilah
kepada kami
penghiburan yang menangis ini, bawalah kami dari kegelapan dunia ini
dan berilah kejernihan dalam pikiran kami.” Mereka yakin Debata
hanya akan memberkati orang yang menangis. Nah, dalam kepasrahan
yang berpengharapan inilah mereka hidup. Dalam keterasingan itu juga
mereka menyerahkan hidupnya pada “kemaliman” (kesucian). “Parmalim
adalah mereka yang menangis dan meratap,” katanya.

Dalam ritual Ugamo Parmalim sendiri, terdapat beberapa aturan dan
larangan. Selain mengikuti 5 butir Patik ni Ugamo Malim (5 Titah
Ugamo Malim), juga terdapat berbagai kewajiban lainnya seperti
Marari Sabtu atau ibadah rutin yang diadakan setiap Sabtu. Dalam
menjelang hari Sabtu, pengikut Parmalim dilarang bekerja atau
melakukan kegiatan apapun. Atau melakukan ucapan syukur dilakukan
umat Parmalim setiap hari Sabtu.

Marnakkok Naipospos, pemimpin Parmalim mengatakan: “Samisara itu
hari ketujuh bagi orang Batak. Diidentikkan dengan hari Sabtu,
supaya berlaku untuk selamanya.
Karena kalau kita bertahan pada kalender Batak, yang muda ini bisa
bingung. Makanya kakek kita menentukan samisara ini hari Sabtu.”
Kewajiban lain di antaranya adalah Martutu Aek, yakni pemandian bayi
yang diadakan sebulan setelah kelahiran, Pasahat Tondi yaitu ritual
sebulan setelah kematian, Pardebataan, Mangan na Paet dan Pangkaroan
Hatutubu ni Tuhan.

Ada pun larangan yang hingga kini masih tetap dipertahankan di
antaranya adalah larangan untuk memakan daging babi dan darah hewan
seperti yang lazim bagi umat Kristen. Memakan daging babi atau darah
dianggap tidak malim (suci) di hadapan Debata. Padahal dalam ajaran
Parmalim sendiri dikatakan, jika ingin menghaturkan pujian kepada
Debata, manusia terlebih dahulu harus suci. Ketika menghaturkan
pelean (persembahan) kesucian juga dituntut agar Debata dan manusia
dapat bersatu. Selanjutnya, Raja Sisingamangaraja memiliki keturunan
hingga 12 keturunan. Itu pun secara roh.

Inilah yang kemudian menjadi acuan pada acara atau ritual-ritual
besar Ugamo Parmalim yang diadakan rutin setiap Sabtu dan setiap
tahunnya. Ritual-ritual besar Parmalim itu seperti Parningotan
Hatutubu ni Tuhan (Sipaha Sada) dan Pameleon Bolon (Sipaha Lima),
yang diadakan pertama pada bulan Maret dan yang kedua bulan Juli.
Yang kedua diadakan secara besar-besaran pada acara ini para
Parmalim menyembelih kurban kerbau atau lembu. “Ini merupakan tanda
syukur kami kepada Debata yang telah memberikan kehidupan,” kata
Marnangkok.

Catatan: Dalam Kitab Paramalim, yakni Tumbang Holing, terdapat kisah
manusia pertama, Adam dan Hawa termasuk taman eden dimana hawa
digoda si ular. Hal itu dalam istilah bahasa Batak Toba. Parmalim
itu bisa jadi merupakan ajaran usianya sudah ribuan tahun, jauh
sebelum Islam dan Kristen masuk dan mempengaruhi keyakinan etnis
Batak. Demikian pula dengan simbol dan pakaian kebesaran kerajaan
Batak Toba dan Parmalim, agama leluhur Bangso Batak Toba, cenderung
mendekati simbol-simbol agama Samawi, misalnya, tongkat, pedang,
sorban berwarna putih serta stempel kerajaan. Jika dihubungkan
cerita tentang penemuan mummy Mesir yang dibalsem dengan rempah-
rempah pengawet di antaranya kanfer (kapur barus) serta kisah
tentang Raja (Nabi) Sulaiman/ Salomo membutuhkan rempah-rempah dari
Ophir (Barus) di Tapanuli, diperkirakan jejak agama monotheisme
Israel terserap dan kemudian mengakar dalam keyakinan Parmalim –
Hamlimon – Ugamo Malim, agama Bangso Batak Toba.

Saya cukupkan saja dulu hingga disitu, karena terlalu letih untuk
membeberkan semua, termasuk indikasi-indikasi lemah yang banyak
jumlahnya. Jika data yang diatas itu saja dibawa kepada ahli
statistik, yang tentu akan mempertimbangkan semua aspek-aspek lain
yang terkait kedalamnya, simililaritasnya dengan tradisi bangsa
Israel kuno dengan bukti autentik tertulis dalam Alkitab, informasi
sejarah sekuler, tradisi Semitik yang ada hingga sekarang, serta
kesamaan tradisi itu pada suku Batak setelah kurun waktu kurang
lebih 3000 tahun, angka perbandingan untuk mengatakan bahwa suku
Batak Toba bukan keturunan Israel mungkin 1 : 1,000,000 bahkan bisa
jadi lebih.

Tulisan ini tidak bermaksud menampilkan superioritas ras, suku atau
bangsa atau budaya tertentu. Jika tulisan ini menimbulkan kesan
seolah-olah menonjolkan superioritas suatu budaya tertentu, hal itu
semata-mata terjadi karena topik yang berfokus pada peran suatu
etnis atau Bangso Batak Toba. Keberadaan unsur asing dalam
kebudayaan suatu bangsa adalah sebuah kewajaran. Penyerapan unsur
asing ke dalam suatu budaya lokal tidak berarti menunjukkan
inferioritas kebudayaan yang menyerapnya.

Sejarah justru mencatat, kebesaran suatu kebudayaan berkorelasi
positif dengan banyaknya unsur asing yang diserap dan dikembangkan
oleh komunitas budaya bersangkutan. Sejarah juga mencatat interaksi
suatu komunitas budaya dengan komunitas budaya lain, berjalan timbal
balik, tidak pernah searah saja. Tulisan ini mestilah dipahami
sebagai upaya menampilkan kemungkinan terjadinya pertukaran nilai
budaya dalam rentang waktu beberapa abad antara Timur dengan Barat.

Pada jaman Raja-raja Israel dan Yehudah, telah dilakukan kontak
dengan Barus, Tapanuli dengan Israel, Mesir, Persia, Cina, India,
Arab, Yunani dan Pakistan yang terjadi satu milenium sebelumnya,
hubungan dagang tersebut sudah berlangsung beberapa abad sebelum
masehi).

(Dari berbagai sumber).

BATAK TOBA, KETURUNAN ISRAEL YANG HILANG

Posted January 11, 2008 by
Categories:
batak, bukti, israel

(Batak – Israeli)

Bangsa Israel kuno terdiri dari 12 suku. Setelah raja Salomo wafat,
negara Israel pecah menjadi dua bagian. Bagian Selatan terdiri dari
dua suku yaitu Yehuda dan Benjamin yang kemudian dikenal dengan nama
Yehuda, atau dikenal dengan nama Yahudi. Kerajaan Selatan ini
disebut Yehudah, ibukotanya Yerusalem, dan daerahnya dinamai Yudea.

Bagian utara terdiri dari 10 suku, disebut sebagai Kerajaan Israel.
Dalam perjalanan sejarah, 10 suku tersebut kehilangan identitas
kesukuan mereka. Kerajaan utara Israel tidak lama bertahan sebagai
sebuah negara dan hilang dari sejarah. Konon ketika penaklukan
bangsa Assyria, banyak orang Kerajaan Utara Israel yang ditawan dan
dibawa ke sebelah selatan laut Hitam sebagai budak. Sebagian lagi
lari meninggalkan asalnya untuk menghindari perbudakan.

Sementara itu Kerajaan Yehudah tetap exist hingga kedatangan bangsa
Romawi. Setelah pemusnahan Yerusalem pada tahun 70 oleh bala tentara
Romawi yang dipimpin oleh jenderal Titus, orang-orang Yehudah pun
banyak yang meninggalkan negerinya dan menetap di negara lain,
terserak diseluruh dunia.

Jauh sebelum itu, ketika masa pembuangan ke Babilon berakhir dan
orang-orang Yehudah atau disebut Yahudi diijinkan kembali ke
negerinya, dan sepuluh suku Israel dari Kerajaan utara memilih tidak
pulang tetapi meneruskan petualangan kearah Timur. Demikian juga
dengan mereka yang diperbudak di selatan laut Hitam, setelah masa
perbudakan selesai, tidak diketahui kemana mereka pergi melanjutkan
hidup.

Dengan demikian banyak diantara bangsa Israel kuno kemudian
kehilangan identitas mereka sebagai orang Israel. Ada sekelompok
penduduk di daerah Tiongkok barat, diterima sebagai puak Cina,
tetapi secara umum profil wajah mereka agak berbeda dengan penduduk
Cina pada umumnya. Perawakan mereka lebih besar, hidung agak
mancung, namun berkulit kuning dan bermata sipit. Mereka menyembah
Allah yang bernama Yahwe. Sangat mungkin mereka adalah keturunan
sepuluh suku Israel yang hilang yang telah kawin campur dengan
penduduk lokal sehingga kulit dan mata menjadi seperti penduduk asli.

Saya percaya banyak diantara para pembaca yang mengetahui bahwa di
negeri Israel ada sekelompok kecil orang Israel yang berkulit hitam.
Mereka adalah suku Falasha, yang sebelum berimigrasi ke Israel hidup
di Etiopia selama ratusan generasi. Fisik mereka persis seperti
Negro dengan segala spesifikasinya yaitu kulit hitam legam, bibir
tebal, rambut keriting, dll.

Mereka mengklaim diri mereka sebagai keturunan Israel atau disebut
Beta Israel, dan dengan bukti-bukti yang dimiliki, mereka mampu
memenuhi seluruh kriteria yang dituntut oleh Pemerintah Israel yang
merupakan syarat mutlak supaya diakui sebagai Israel perantauan.
Setelah memperoleh pengakuan sebagai keturunan Israel, sebagian dari
mereka kembali ke Tanah Perjanjian sekitar 15 tahun lalu dengan
transportasi yang disediakan oleh Pemerintah Israel. Itulah sebabnya
mengapa ada Israel hitam.

Mereka seperti orang Negro karena intermarriage dengan perempuan-
perempuan lokal sejak kakek moyang mereka pergi ke Ethiopia. Kita
tahu bahwa bahwa Ethiopia adalah salah satu negara yang penduduknya
mayoritas Kristen yang paling tua didunia. Ingat sida-sida yang
dibaptis oleh Filipus dalam Kisah 8:26-40. Bahkan sebelum era
Kekristenan pun sudah ada penganut Yudaisme disana.Walaupun banyak
yang kembali, sebahagian lagi tetap memilih menetap di negeri itu,
dan merekalah yang menjaga dan memelihara Tabut Perjanjian yang
konon ada disana.

Apakah ada diantara para pembaca yang pernah mendengar selentingan
bahwa etnik Bangso Batak Toba, adalah juga keturunan bangsa Israel
kuno yang hilang? Mungkin saja tidak, karena orang-orang Batak Toba
sendiri banyak yang tidak mengetahuinya, kecuali segelintir yang
memberikan perhatian terhadap hal ini.

Menurut kamus umum bahasa Indonesia Batak mempunyai arti (sastra),
adalah petualang, pengembara, sedang membatak berarti berpetualang,
pergi mengembara. Walaupun demikian orang Batak dikenali dengan
sikap dan tindakannya yang khas, yaitu terbuka, keras dan apa-adanya.

Hosea 19:17: Allahku akan membuang mereka (ISRAEL YANG MURTAD),
sebab mereka tidak mendengar Dia, maka mereka akan MENGEMBARA
diantara bangsa-bangsa.

Mengapa di Sumatera, karena Sumatera adalah salah satu pulau di
Hindia yang berdekatan dengan India. Bandingkan Yesaya 11:11: Pada
waktu Tuhan akan mengangkut pula tangaNya untuk menebus sisa-sisa
umatNya (Bangsa ISRAEL YANG MURTAD) yang tertinggal di Asyur, dan di
Mesir, di Patros, di Ethiopia, dan di Elam, di Sinear, di Hamat dan
di Pulau-pulau di Laut.

Seperti yang diungkapkan oleh seorang anthropolog dan juga pendeta
dari Belanda, profesor Van Berben, dan diperkuat oleh prof Ihromi,
guru besar di UI (Universitas In 782 donesia), bahwa tradisi etnik
Tapanuli (Batak Toba) sangat mirip dengan tradisi bangsa Israel kuno.

Pendapat itu didasarkan atas alasan yang kuat setelah membandingkan
tradisi orang Tapanuli dengan catatan-catatan tradisi Israel dalam
Alkitab yang terdapat pada sebahagian besar kitab Perjanjian Lama,
dan juga dengan catatan-catatan sejarah budaya lainnya diluar
Alkitab.

Beberapa peneliti dari etnis Tapanuli juga yakin bahwa Batak adalah
keturunan Israel yang sudah lama terpisah dari induk bangsanya, tapi
karena intermarriage dengan penduduk lokal ditempat mana mereka
bermukim membuat orang Batak secara fisik menjadi seperti orang
Melayu.

Seorang Batak Toba, yang sudah lebih dari 20 tahun tinggal di Israel
dan menjadi warga negara, berusaha mengumpulkan data-data untuk
pembuktian. Setelah merasa sudah cukup, dia mengajukannya ke
pemerintah Israel yang waktu itu masih dipimpin oleh PM Yitzak Rabin.

Tetapi tenyata data tersebut belum bisa memenuhi seluruh kriteria.
Pemerintah Israel kemudian meminta agar kekurangannya dicari hingga
dapat mencapai 100 persen supaya pengakuan atas etnis Batak sebagai
orang Israel diperantauan dapat diberi. Konon kekurangan itu
terutama terletak pada silsilah yang banyak missing links-nya, dan
menelusuri silsilah itu agar sempurna sama sulitnya dengan menyelam
ke perut bumi.

Peneliti berharap suatu waktu pada masa depan, Pemerintah Israel
bisa saja mengubah kriterianya dengan menjadi lebih lunak dan etnik
Batak diterima sebagai bahagian yang terpisah dari mereka.

Setelah mendengar selentingan itu, saya benar-benar menaruh minat
untuk menyelidiki sejauh mana budaya Bangso Batak Toba dapat memberi
bukti similaritasnya dengan tradisi Israel kuno. Alkitab adalah buku
yang prominent dan sangat layak serta absah sebagai kitab pedoman
untuk mencari data budaya Israel kuno yang menyatu dengan unsur
sejarah dan spiritual.

Beberapa diantara kesamaan tradisi Batak Toba dengan tradisi Israel
kuno adalah sebagai berikut:

1). Pemeliharaan silsilah (Tarombo dan Marga)

Semua orang Tapanuli, terutama laki-laki, dituntut harus mengetahui
garis silsilahnya. Demikian pentingnya silsilah, sehingga siapa yang
tidak mengetahui garis keturunan kakek moyangnya hingga pada dirinya
dianggap na lilu – tidak tahu asal-usul – yang merupakan cacat
kepribadian yang besar.

Bangsa Israel kuno juga memandang silsilah sebagai sesuatu yang
sangat penting. Alkitab, sejak Perjanjian Lama hingga Perjanjian
Baru sangat banyak memuat silsilah, terutama silsilah dari mereka
yang menjadi figur penting, termasuk silsilah Yesus Kristus yang
ditelusuri dari pihak bapak(angkat) Nya Yusuf, yang keturunan Daud
dan pihak ibuNya (Maria).

Catatan:

MARGA adalah kelompok kekerabatan menurut garis keturunan ayah
(patrilineal) .Sistem kekerabatan patrilineal menentukan garis
keturunan selalu dihubungkan dengan anak laki laki. Seorang ayah
merasa hidupnya lengkap jika ia telah memiliki anak laki-laki yang
meneruskan marganya. Sesama satu marga dilarang saling mengawini,
dan sesama marga disebut dalam Dalihan Na Tolu disebut Dongan Tubu.
Menurut buku “Leluhur Marga Marga Batak”, jumlah seluruh Marga Batak
sebanyak 416, termasuk marga suku Nias.

Catatan: Marga dalam kamus Inggris Hassan Shadily dan John Echols
adalah CLAN, yakni Suku, Marga, dan KAUM. Dalam arti yang lain,
Marga bias berarti Warga, dari bahasa India (Sansekerta,
kemungkinannya) . Jadi, kalau ada orang Batak bermarga Tampubolon,
berarti dia berasal dari KAUM TAMPUBOLON. Bandingkan dengan KAUM
LEWI, KAUM YEHUDAH, KAUM SIMEON dan lain-lain.

TAROMBO adalah silsilah, asal-usul menurut garis keturunan ayah.
Dengan tarombo seorang Batak mengetahui posisinya dalam marga. Bila
orang Batak berkenalan pertama kali, biasanya mereka saling tanya
Marga dan Tarombo. Hal tersebut dilakukan untuk saling mengetahui
apakah mereka saling “mardongan sabutuha” (semarga) dengan
panggilan “ampara” atau “marhula-hula” dengan
panggilan “lae/tulang” . Dengan tarombo, seseorang mengetahui apakah
ia harus memanggil “Namboru” (adik perempuan
ayah/bibi), “Amangboru/Makela” ,(suami dari adik ayah/Om), “Bapatua/
Amanganggi/ Amanguda” (abang/adik ayah), “Ito/boto” (kakak/adik) ,
PARIBAN atau BORU TULANG (putri dari saudara laki laki ibu) yang
dapat kita jadikan istri, dst.

2). Perkawinan yang ber-pariban

Ada perkawinan antar sepupu yang diijinkan oleh masyarakat Batak,
tapi tidak sembarang hubungan sepupu. Hubungan sepupu yang diijinkan
untuk suami-istri hanya satu bentuk, disebut marpariban. Cukup
report menerangkan hal ini dalam bahasa Indonesia karena bahasa ini
tidak cukup kaya mengakomodasi sebutan hubungan perkerabatan dalam
bahasa Batak. Yang menjadi pariban bagi laki-laki ialah boru ni
tulang atau anak perempuan dari saudara laki-laki ibu. Sedangkan
yang menjadi pariban bagi seorang gadis ialah anak ni namboru atau
anak laki-laki dari saudara perempuan bapa.

Hanya hubungan sepupu yang seperti itu yang boleh menjadi suami-
isteri. Karena suku Batak penganut patriarch yang murni, ini adalah
perkawinan ulang dari kedua belah pihak yang sebelumnya sudah
terjalin dengan perkawinan.

Mari kita bandingkan dengan Alkitab. Pada kitab Kejadian, Yakub
menikah dengan paribannya, anak perempuan Laban yaitu Lea dan Rahel.
Laban adalah tulang dari Yakub. (Saudara laki-laki dari Ribka, ibu
dari Yakub). Didunia ini sepanjang yang diketahui hanya orang Israel
kuno dan orang Batak yang sekarang memegang tradisi hubungan
perkawinan seperti itu.

3). Pola alam semesta

Orang Batak membagi tiga besar pola alam semesta, yaitu banua
ginjang (alam sorgawi), banua tonga (alam dimensi kita), dan banua
toru (alam maut). Bangsa Israel kuno juga membagi alam dengan pola
yang sama.

4). Kredibilitas

Sebelum terkontaminasi dengan racun-racun pikiran jaman modern,
setiap orang Batak, terutama orang tua, cukup menitipkan sebuah
tempat sirih (salapa atau gajut), ataupun sehelai ulos, sebatang
tongkat, atau apa yang ada pada dirinya sebagai surat jaminan hutang
pada pihak yang mempiutangkan, ataupun jaminan janji pada orang yang
diberi janji. Walaupun nilai ekonomis barang jaminan bisa saja
sangat rendah tetapi barang tsb adalah manifestasi dari martabat
penitip, dan harus menebusnya suatu hari dengan merelealisasikan
pembayaran hutang ataupun janjinya. Budaya Israel kuno juga
demikian. Lihat saja Yehuda yang menitipkan tongkat kepada Tamar
sebagai jaminan janji (Kej. 38).

5). Hierarki dalam pertalian semarga

Dalam budaya Batak, jika seorang perempuan menjadi janda, maka laki-
laki yang paling pantas untuk menikahinya ialah dari garis keturunan
terdekat dari mendiang suaminya. Ini dimaksudkan agar keturunan
perempuan tsb dari suami yang pertama tetap linear dengan garis
keturunan dari suami yang kedua. Misalnya, seorang janda dari
Simanjuntak sepatutnya menikah lagi adik laki -laki mendiang
(bandingkan dengan Rut 1:11).

Jika tidak ada adik laki-laki kandung, sebaiknya menikah dengan
saudara sepupu pertama dari mendiang yang dalam garis silsilah
tergolong adik. Jika tidak ada sepupu pertama, dicari lagi sepupu
kedua. Demikian seterusnya urut-urutannya. Hal semacam ini
diringkaskan dalam ungkapan orang Batak : “Mardakka do salohot,
marnata do na sumolhot. Marbona do sakkalan, marnampuna do ugasan”.

Dalam tradisi Israel kuno, kita dapat membaca kisah janda Rut dan
Boas. Boas masih satu marga dengan mendiang suami Rut, Kilyon. Boas
ingin menikahi Rut, tapi ditinjau dari kedekatannya menurut garis
silsilah, Boas bukan pihak yang paling berhak. Oleh sebab itu dia
mengumpulkan semua kerabat yang paling dekat dari mendiang suami
Rut, dan mengutarakan maksudnya. Dia akan mengurungkan niatnya jika
ada salah satu diantara mereka yang mau menggunakan hak adat-nya,
mulai dari pihak yang paling dekat hubungan keluarganya hingga yang
paling jauh sebelum tiba pada urutan Boas sendiri. Ya, mardakka do
salohot, marnata do na sumolhot. (Baca kitab Rut).

6). Vulgarisme

Setiap orang dapat marah. Tetapi caci maki dalam kemarahan berbeda-
beda pada tiap-tiap etnik. Orang Amerika terkenal dengan serapah:
son of a bitch, bastard, idiot, dll yang tidak patut disebut disini.
Suku-suku di Indonesia ini umumnya mengeluarkan makian dengan
serapah : anjing, babi, sapi, kurang ajar, dll.

Pada suku Batak makian seperti itu juga ada, tetapi ada satu yang
spesifik. Dalam sumpah serapahnya seorang Batak tak jarang memungut
sehelai daun, atau ranting kecil, atau apa saja yang dapat diremuk
dengan mudah. Maka sambil merobek daun atau mematahkan ranting yang
dipungut/dicabik dari pohon dia mengeluarka 6ea n sumpah
serapahnya:, , Sai diripashon Debata ma au songon on molo so hudege,
hubasbas, huripashon ho annon !!!”. Terjemahannya kira-kira
begini:,,Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku kalau kamu tidak
kuinjak, kulibas, kuhabisi !!!”.

Robeknya daun atau patahnya ranting dimaksudkan sebagai simbol
kehancuran seterunya. Orang-orang Israel kuno juga sangat terbiasa
dengan sumpah serapah yang melibatkan Tuhan didalamnya. Vulgarisme
seperti ini terdapat banyak dalam kitab Perjanjian Lama, diantaranya
serapah Daud pada Nabal. (1 Sam. 25, perhatikan ayat 22 yang persis
sama dengan sumpah serapah orang Batak).

7). Nuh dan bukit Ararat

Ada beberapa etnik didunia ini yang mempunyai kisah banjir besar
yang mirip dengan air bah dijaman Nuh. Tiap etnik berbeda alur
ceritanya tetapi polanya serupa. Etnik Tapanuli juga punya kisah
tentang air bah, tentu saja formatnya berbeda dengan kisah Alkitab.
Apabila orang-orang yang sudah uzur ditanya tentang asal-usul suku
Batak, mereka akan menceritakan mitos turun temurun yang mengisahkan
kakek moyang orang Batak diyakini mapultak sian bulu di puncak bukit
Pusuk Buhit.

Pusuk Buhit adalah sebuah gunung tunggal yang tertinggi di Tapanuli
Utara, dipinggiran danau Toba. Pusuk Buhit sendiri artinya adalah
puncak gunung. Pusuk Buhit tidak ditumbuhi pohon, jelasnya tidak ada
bambu disana. Yang ada hanya tumbuhan perdu, ilalang, dan rumput
gunung. Bambu – dari mana kakek moyang keluar – menurut nalar
mendarat di puncak gunung itu dan mereka keluar dari dalamnya
setelah bambunya meledak hancur. Mengapa ada bambu pada puncak Pusuk
Buhit yang tandus dan terjal? Tentu saja karena genangan air yang
mengapungkannya, yang tak lain adalah banjir besar.

Dapat dipahami mengapa jalan cerita menjadi seperti itu, karena
setelah ribuan tahun terpisah dari induk bangsanya, narasi jadi
berbeda. Bahtera Nuh berubah menjadi sebentuk perahu bambu berbentuk
pipa yang kedua ujungnya ditutup, dan Bukit Ararat berubah menjadi
Pusuk Buhit.

8). Mangokal Holi atau Eksumasi (Pemindahan tulang belulang)

Jika Pemerintah mengubah fungsi lahan pekuburan, wajar jika tulang-
belulang para almarhum/ah dipindahkan oleh pihak keluarga yang
terkait. Alasan ini sangat praktis.
Bagi orang Tapanuli, penggalian tulang belulang (eksumasi) dari
kerabat yang masih satu dalam garis silsilah dan dikuburkan didaerah
lain adalah praktek yang sangat umum hingga sekarang. Sering
alasannya hanya untuk kepuasan batin belaka walaupun biayanya sangat
mahal karena termasuk dalam kategori perhelatan besar.

Pada bangsa Israel kuno hal semacam adalah kebiasaan umum. Sejarah
sekuler menuturkan bahwa tulang belulang Yusuf dibawa dari Mesir
ketika bangsa ini keluar dari sana. Juga dalam kitab lain dalam
Perjanjian Lama, sekelompok masyarakat berniat memindahkan tulang
belulang dari satu pekuburan (walaupun kemudian dihalangi oleh
seorang nabi).

9). Peratap/Ratapan

Adalah wajar bagi jika satu keluarga menangis disekeliling anggota
keluarga / kerabat yang meninggal dan terbujur kaku. Mereka
menangisi si mati, dan seseorang meratapinya. Meratap berbeda dengan
menangis. Meratap dalam bahasa Tapanuli disebut mangandung.
Mangandung ialah menangis sambil melantunkan bait-bait syair
kematian dan syair kesedihan hati.

Karena sepenuhnya terikat dengan komponen syair-sayir maka
mangandung ad 676 alah satu bentuk seni yang menuntut keahlian.
Untuk memperoleh kepiawaian harus belajar. Bahasa yang digunakan
sangat klasik, bukan bahasa sehari-hari. Setiap orang-tua yang
pintar mangandung akan mendapat pujian dan sering diharapkan
kehadirannya pada setiap ada kematian.

Di desa-desa, terutama di daerah leluhur – Tapanuli – tidak
mengherankan kalau seseorang orang yang tidak ada hubungan keluarga
dengan orang yang meninggal, bahkan tidak dikenal oleh masyarakat
setempat, namun turut mangandung disisi mayat. Masyarakat mendukung
hal seperti itu. Kata-kata yang dilantukan dalam irama tangisan
sangat menyentuh kalbu. Tak jarang pihak keluarga dari si mati
memberi pasinapuran (ang pao) kalau si peratap tersebut pintar,
sekedar menunjukkan rasa terima kasih.

Peratap-peratap dari luar ini sebenarnya tidak menangisi kepergian
si mati yang tidak dikenalnya itu. Alasannya untuk turut meratap
adalah semata-mata mengeluarkan kesedihan akibat kematian keluarga
dekatnya sendiri pada waktu yang lalu, dan juga yang lebih spesifik
yaitu mengekspresikan seni mangandung itu.

Ini sangat jelas dari ungkapan pertama sebelum melanjutkan andung-
andungnya :,,Da disungguli ho ma sidangolonhi tu sibokka nahinan”
Sibokka nahinan adalah anggota keluarga sipangandung yang sudah
meninggal sebelumnya. Selanjutnya dia akan lebih banyak berkisah
tentang mendiang familinya itu.

Bagaimana dengan bangsa Israel? Dari sejarah diketahui bahwa ketika
Yusuf (perdana menteri Mesir) meninggal, sanak keluarganya membayar
para peratap untuk mangandung. Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian
Baru berkali-kali mencatat kata -kata ratapan, meratap, peratap.
Kitab Ratapan yang ditulis oleh raja Salomo, dalam praktek Israel
kuno adalah syair-syair yang dilantunkan sambil mangandung, kendati
bukan pada acara kematian.

10). Hierarki pada tubuh

Dalam budaya Batak, kepala adalah anggota tubuh yang paling tinggi
martabatnya. Menyentuh kepala seseorang dengan tidak disertai
permintaan maaf yang sungguh-sungguh, bisa berakibat parah.
Sebaliknya anggota tubuh yang paling rendah derajatnya ialah telapak
kaki. Adalah penghinaan besar jika seseorang berkata kepada
seseorang lain:,,Ditoru ni palak ni pathon do ho = Kau ada dibawah
telapak kakiku ini”, sambil mengangkat kaki memperlihatkan telapak
kakinya pada seteru. Penghinaan seperti ini hanya dilontarkan oleh
seseorang yang amarahnya sudah memuncak dan sudah siap berkelahi.

Pada zaman dulu, dalam setiap pertemuan, telapak kaki selalu
diusahakan tidak nampak ketika duduk bersila. Pada bangsa-bangsa
Semitik tertentu di Timur Tengah, tradisi semacam ini masih tetap
dijaga hingga sekarang karena memperlihatkan telapak kaki pada orang
lain adalah pelanggaran etika yang berat, karena telapak kaki tetap
dianggap anggota tubuh yang paling hina derajatnya.

11). Tangan kanan dan sisi kanan

Dalam budaya Tapanuli, sisi kanan dan tangan kanan berbeda tingkat
kehormatannya dengan sisi kiri dan tangan kiri. Jangan sekali-kali
berinteraksi dengan orang lain melalui tangan kiri jika tidak karena
terpaksa. Itupun harus disertai ucapan maaf. Dalam Alkitab banyak
tercatat aktivitas sisi `kanan’ yang melambangkan penghormatan atau
kehormatan.

Yusuf sang perdana menteri Mesir memprotes ayahnya Yakub yang
menyilangkan tangannya ketika memberkati Manasye dan Efraim (baca
Kejadian 48). Rasul Paulus dalam salah satu suratnya menyiratkan
hierarki anggota tubuh ini. Juga baca Pengkhotbah 10:2, Mzm 16:8,
Mat 25:33, 26:64 Mrk 14:62, Kis 7:55-56, 1Pet 3:22, dll.

12). Anak sulung

Dalam hierarki keluarga, posisi tertinggi diantara seluruh keturunan
bapak/ibu ialah anak sulung. Ia selalu dikedepankan dalam memecahkan
berbagai masalah, juga sebagai panutan bagi semua adik-adiknya. Jika
ayah (sudah) meninggal, maka anak sulung yang sudah dewasa akan
mengganti posisi sang ayah dalam hal tanggung jawab terhadap seluruh
anggota keluarga seperti yang diungkapkan dalam umpasa : Pitu batu
martindi-tindi, alai sada do sitaon na dokdok. Sitaon na dokdok itu
adalah si anak sulung. Tanggung jawab itulah yang membuat dia besar,
memberi karisma dan wibawa. Karisma dan wibawa, itulah profil yang
melekat pada anak sulung.

Alkitab ditulis dengan bahasa manusia, bangsa Israel kuno. Deskripsi
tentang anak sulung pada bangsa ini sama seperti yang ada pada suku
Batak yang sekarang, sehingga the term of the firstborn (istilah
anak sulung) banyak terdapat dalam kitab tersebut. (baca Kel 4:22,
34:20, 13:12 dan 15, Im 27:26, Bil 3:13, 8:17, Mzm 89:28, Yer 31:9,
Hos 9:20, Rom 8:23, Luk 2:27, 11:16, 1Kor 15:20 dan 23, Kol 1:15 dan
18, Ibr 1:6, Yak 1:18, dll)

13). Gender

Hingga sekarang posisi perempuan dalam hubungan dengan pencatatan
silsilah selamanya tidak disertakan karena perempuan dianggap milik
orang lain, menjadi paniaran ni marga yang berbeda. Hal yang sama
terjadi pada bangsa Israel kuno ; bangsa ini tidak memasukkan anak
perempuan dalam silsilah keluarga. Ada banyak silsilah dalam
Alkitab, tetapi nama perempuan tidak terdapat didalamnya kecuali
jika muncul sebagai yang sangat penting seperti Rut dan Maria (ibu
Yesus). Kalaupun nama Dina disebut juga dalam Alkitab, itu bukan
karena posisinya yang penting tetapi hanya sebagai pelengkap nama-
nama keturunan Yakub yang kemudian menurunkan seluruh bangsa Israel.
Dalam Tradisi Israel, anak perempuan tidak dihitung sebagai bangsa,
tetapi anak laki-laki, red.

13). Kemenyan BATAK TOBA

Ada cerita yang sangat dipercaya oleh masyarakat Tapanuli, Sumatera
Utara. Salah satu persembahan yang dibawa tiga majuz atau
cendekiawan dari timur untuk bayi Yesus yang baru dilahirkan di
Betlehem itu berasal dari Tanah Tapanuli. Persembahan itu berupa
kemenyan, mendampingi dua persembahan lainnya, emas dan mur. Lewat
cerita turun-temurun, masyarakat Tapanuli percaya kemenyan itu
dibawa dari Pelabuhan Barus, yang dulu pernah menjadi pelabuhan
besar, menuju Timur Tengah, hingga ke Betlehem. Cerita itu semakin
bergulir mengingat sebagian besar penduduk Tapanuli beragama Kristen
dan Katolik yang erat dengan cerita kelahiran Yesus Kristus.

Kebenarannya memang perlu diteliti, tetapi setidaknya dari cerita
itu bisa terlihat bahwa sampai sekarang pun getah harum bernama
kemenyan, yang dalam bahasa Batak disebut haminjon, itu begitu erat
dengan kehidupan orang Tapanuli. Kepala Badan Perencanaan dan
Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Utara yang juga mantan Bupati
Tapanuli Utara RE Nainggolan menjelaskan, kemenyan pernah sangat
menyejahterakan masyarakat Tapanuli.

Dan, getah harum itu ikut pula membesarkan namanya. “Nenek saya
pedagang kemenyan,” tuturnya. Ia tahu persis, pada tahun 1936
neneknya sudah mempunyai mobil untuk mengangkut kemenyan dari
Tapanuli ke Pelabuhan Sibolga. Saat itu harga satu kilogram kemenyan
sama dengan satu gram emas. Standar itu dipakai terus oleh petani
dan pengepul di Tapanuli: Satu kilogram kemenyan sama dengan satu
gram emas. Satu kilogram kemenyan juga setara satu kaleng (16
kilogram) beras. Selain cerita tentang persembahan dari timur untuk
Nabi Isa itu, tak banyak orang tahu sejarah kemenyan di Tapanuli.
Kebanyakan warga menyebutkannya sebagai tanaman ajaib yang sudah ada
ratusan tahun dan menghidupi masyarakat Tapanuli.

14). Monoteisme Hamalimon – Parmalim – Ugamo Malim

Hamalimon – Parmalim – Ugamo Malim, Agama Leluhur Bangso Batak Toba

Parmalim, kaum minoritas yang tegar mempertahankan nilai leluhur
batak. Kata Malim berasal dari bahasa Arab yang terdapat di kitab-
kitab suci; yang berarti suci dan saleh dari asal kata Muallim.
Dalam bahasa Arab Muallim merujuk kepada istilah orang suci yang
menjadi pembimbing dan sokoguru. Parmalim diistilah Batak berkembang
ke dalam pengertian; orang-orang saleh berpakaian sorban putih.

Parmalim merupakan agama monotheis asli Bangso Batak Toba. Parmalim
sudah ada sejak 497 Masehi atau 1450 tahun Batak.

TUHAN menurut Hamalimon –Parmalim – Ugamo Malim

Ugamo malim menyebut Tuhan adalah Mulajadi na Bolon (Awal Mula Yang
Besar, red). Mulajadi na Bolon adalah Tuhan Yang Maha Esa yang tidak
bermula dan tidak berujung. Bahwa Mulajadi na Bolon atau Tuhan itu
wujud atau ada. Tetapi tidak dapat dilihat. Dia tidak bermula dan
tidak mempunyai ujung. Dia adalah mutlak absolut, Maha Esa, Maha
Kuasa, Maha Agung dan tidak dapat dibandingkan. Dia dekat dan jauh
dari alam ciptaannya. Dia adalah kuasa yang menghukum dan kuasa
mengampuni. Kuasa kasih dan kuasa murka. Demikianlah sifat-sifat
Mulajadi Na Bolon, Tuhan yang satu bersadarkan Ugamo Malim.

Dalam Injil Perjanjian Lama, menceritakan Raja Salomo dikenal dengan
Nabi Sulaiman, memerintahkan rakyatnya melakukan perdagangan dan
membeli rempah-rempah hingga ke Ophir. Ophir patut diduga adalah
Barus di Tapanuli. Perkiraan itu punya jejak spiritual berbentuk
kepercayaan monotheisme. Misalnya Ugamo Parmalim yang menjadi agama
asli etnis Batak, meyakini Tuhan Yang Maha Esa dengan sebutan Ompu
Mulajadi Na Bolon (Parmalim atau Ugamo Malim, pen).

Selain itu, sekelompok penyebar ajaran Kristen Nestorian dari Persia
yakni Iran, yang menjejakkan kakinya di Barus. Kelompok itu
diperkirakan datang sekira tahun 600an Masehi dan mendirikan gereja
pertama di Desa Pancuran, Barus.

Tambahan: Dalam kitab umat Yahudi, Melakim (Raja-raja), fasal 9,
diterangkan bahwa Nabi Sulaiman a.s. raja Israil menerima 420
talenta emas dari Hiram, raja Tirus yang menjadi bawahan beliau.
Emas itu didapatkan dari negeri Ophir. Kitab Al-Qur’an, Surat Al-
Anbiya’ 81, menerangkan bahwa kapal-kapal Nabi Sulaiman a.s.
berlayar ke “tanah yang Kami berkati atasnya” (al-ardha l-lati barak-
Na fiha). Di manakah gerangan letak negeri Ophir yang diberkati
Allah itu? Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa negeri Ophir
itu terletak di Sumatera! Perlu dicatat, kota Tirus merupakan pusat
pemasaran barang-barang dari Timur Jauh. Ptolemaios pun menulis
Geographike Hyphegesis berdasarkan informasi dari seorang pedagang
Tirus yang bernama Marinus. Dan banyak petualang Eropa pada abad ke-
15 dan ke-16 mencari emas ke Sumatera dengan anggapan bahwa di
sanalah letak negeri Ophir-nya Nabi Sulaiman a.s.

Secara “teologis” bisa dikatakan bahwa ugamo malim juga menganut
paham monoteistik, kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena
tujuan akhir semua doa mereka tetap diarahkan kepada debata Mulajadi
Nabolon (Tuhan Pencipta langit dan bumi). Ini hal yang luar biasa
uniknya. Tidak ada analisis yang dapat menerangkan itu jika tidak
menghubungkannya dengan faham monoteisme Yudaisme bangsa Israel kuno
yang terbawa melekat hingga sekarang, tidak lekang oleh kikisan
kurun waktu ribuan tahun.

Dalam melaksanakan ibadah, Parmalim melaksanakan upacara (ritual)
Patik Ni Ugamo Malim untuk mengetahui kesalahan dan dosa, serta
memohon ampun dari Tuhan Yang Maha Esa yang diikuti dengan bergiat
melaksanakan kebaikan dan penghayatan semua aturan Ugamo Malim.

Sejak lahir hingga ajal tiba, seorang “Parmalim” wajib mengikuti 7
aturan Ugamo Malim dengan melakukan ritual (doa). Ke-7 aturan
tersebut adalah :

1. Martutuaek (kelahiran)
2. Pasahat Tondi (kematian)
3. Mararisantu (peribadatan setiap hari sabtu)
4. Mardebata (peribadatan atas niat seseorang)
5. Mangan Mapaet (peribadatan memohon penghapusan dosa)
6. Sipaha Sade (peribadatan hari memperingati kelahiran Tuhan
Simarimbulubosi)
7. Sipaha Lima (peribadatan hari persembahan / kurban)

Selain ke-7 aturan wajib di atas, seorang “Parmalim” harus
menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan seperti menghormati dan
mencintai sesama manusia, menyantuni fakir miskin, tidak boleh
berbohong, memfitnah, berzinah, mencuri, dan lain sebagainya. Diluar
hal tersebut, seorang “Parmalim” juga diharamkan memakan daging
babi, daging anjing dan binatang liar lainnya, serta darah.

Manusia yang mematuhi dan mengikuti ajaran Tuhan dan melakukannya
dalam kehidupannya, memiliki pengharapan kelak ia akan mendapat
kehidupan roh suci nan kekal.-Kata bijak Ugamo Malim

Secara implisit, inilah yang menjadi ajaran suci keyakinan Ugamo
Malim atau lebih dikenal dengan Parmalim di Tanah Batak sejak turun
temurun, seperti yang dikatakan Raja Marnakkok Naipospos selaku Ulu
Punguan (pemimpin spiritual) Parmalim terbesar di Desa Hutatinggi
Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir.

Menurut beberapa pandangan ilmuwan sosial, sebenarnya Ugamo Malim
layak menjadi sebuah agama resmi. Alasannya ialah dalam ajaran
aliran ini juga terdapat nilai-nilai religius yang bertujuan menata
pola kehidupan manusia menuju keharmonisan, baik sesama maupun
kepada Pencipta.

Dan secara ilmu sosial tujuan ini mengandung nilai luhur. Bahkan,
ajaran Parmalim menuntut manusia agar hidup dalam kesucian,”
jelasnya kemudian menerangkan secara detail asal-muasal kata
Parmalim yang berasal dari kata “malim”.

Malim berarti suci dan hidup untuk mengayomi sesama dan meluhurkan
Oppu Mulajadi Nabolon
atau Debata (Tuhan pencipta langit dan bumi). “Maka, Parmalim dengan
demikian merupakan orang-orang mengutamakan kesucian dalam
hidupnya,” jelas Marnangkok. Yang kami puja tak lain adalah Oppu
Mula Jadi Na Bolon bukan”begu” (roh jahat),” katanya.

“Dan inilah yang menjadi bias negatif dari masyarakat terhadap
Parmalim.” Marnangkok kemudian menjelaskan, Oppu Mula Jadi Nabolon
adalah Tuhan pencipta alam semesta yang tak berwujud, sehingga Ia
mengutus sewujud manusia sebagai perantaraannya (parhiteon), yakni
Raja Sisingamangaraja yang juga dikenal dengan Raja Nasiak Bagi.
Raja Nasiak Bagi merupakan julukan terhadap kesucian (hamalimon)
serta jasa-jasanya yang hingga akhir hidupnya tetap setia mengayomi
Bangsa Batak. Nasiak Bagi sendiri berarti ditakdirkan untuk hidup
menderita. Ia bukan raja yang kaya raya tetapi hidup sama miskin
seperti rakyatnya.

Dengan demikian, Parmalim meyakini bahwa Raja Sisingamangaraja dan
utusan-utusannya mampu mengantarkan mereka (Bangsa Batak) kepada
Debata. Ugamo Malim diyakini sebagian orang sudah ada sebelum ajaran
Kristen dan Islam masuk ke daerah itu. Hidup dalam kepasrahan.
Barangkali itu jugalah intisari dari pernyataan kata bijak Parmalim
yang mengatakan: “Baen aha diakkui sude bangso on hita, ia anggo so
diakkui Debata pangalahon ta.” (Tidakklah begitu berarti pengakuan
semua bangsa terhadap kita, dibandingkan pengakuan Tuhan terhadap
perilaku kita).

Catatan: Sisingamangaraja, adalah Singa yang merajai. Para Datu atau
Tua-Tua Batak Toba, menjuluki Singa bagi Hukum dan Singa bagi para
raja. Padahal Singa tidak ada di Tapanuli, yang ada hanyalah
Harimau. Kalau dilihat dari makna simbolis alkitab, hanya Suku
Yehuda yang dijuluki Singa Yehudah.

Seperti apa yang kemudian dijelaskan Marnangkok, Pemimpin
Parmalim, ” Untuk apa
pengakuan dari setiap bangsa jika Tuhan sendiri tidak mengakui
perbuatan kita di dunia ini?” Nampaknya, perjuangan Ugamo Parmalim
sudah berujung pada kepasrahan. Dalam kepasrahan ini tentu saja
masih ada harapan. Tapi, harapan itu bukanlah berasal dari dunia,
melainkan dari Oppu Mula Jadi Nabolon. Dalam harapan itu, ada pula
ketaatan untuk selalu mempertahankan hidup suci.

Selanjutnya ia mengucapkan kalimat dalam bahasa Batak, “Berilah
kepada kami
penghiburan yang menangis ini, bawalah kami dari kegelapan dunia ini
dan berilah kejernihan dalam pikiran kami.” Mereka yakin Debata
hanya akan memberkati orang yang menangis. Nah, dalam kepasrahan
yang berpengharapan inilah mereka hidup. Dalam keterasingan itu juga
mereka menyerahkan hidupnya pada “kemaliman” (kesucian). “Parmalim
adalah mereka yang menangis dan meratap,” katanya.

Dalam ritual Ugamo Parmalim sendiri, terdapat beberapa aturan dan
larangan. Selain mengikuti 5 butir Patik ni Ugamo Malim (5 Titah
Ugamo Malim), juga terdapat berbagai kewajiban lainnya seperti
Marari Sabtu atau ibadah rutin yang diadakan setiap Sabtu. Dalam
menjelang hari Sabtu, pengikut Parmalim dilarang bekerja atau
melakukan kegiatan apapun. Atau melakukan ucapan syukur dilakukan
umat Parmalim setiap hari Sabtu.

Marnakkok Naipospos, pemimpin Parmalim mengatakan: “Samisara itu
hari ketujuh bagi orang Batak. Diidentikkan dengan hari Sabtu,
supaya berlaku untuk selamanya.
Karena kalau kita bertahan pada kalender Batak, yang muda ini bisa
bingung. Makanya kakek kita menentukan samisara ini hari Sabtu.”
Kewajiban lain di antaranya adalah Martutu Aek, yakni pemandian bayi
yang diadakan sebulan setelah kelahiran, Pasahat Tondi yaitu ritual
sebulan setelah kematian, Pardebataan, Mangan na Paet dan Pangkaroan
Hatutubu ni Tuhan.

Ada pun larangan yang hingga kini masih tetap dipertahankan di
antaranya adalah larangan untuk memakan daging babi dan darah hewan
seperti yang lazim bagi umat Kristen. Memakan daging babi atau darah
dianggap tidak malim (suci) di hadapan Debata. Padahal dalam ajaran
Parmalim sendiri dikatakan, jika ingin menghaturkan pujian kepada
Debata, manusia terlebih dahulu harus suci. Ketika menghaturkan
pelean (persembahan) kesucian juga dituntut agar Debata dan manusia
dapat bersatu. Selanjutnya, Raja Sisingamangaraja memiliki keturunan
hingga 12 keturunan. Itu pun secara roh.

Inilah yang kemudian menjadi acuan pada acara atau ritual-ritual
besar Ugamo Parmalim yang diadakan rutin setiap Sabtu dan setiap
tahunnya. Ritual-ritual besar Parmalim itu seperti Parningotan
Hatutubu ni Tuhan (Sipaha Sada) dan Pameleon Bolon (Sipaha Lima),
yang diadakan pertama pada bulan Maret dan yang kedua bulan Juli.
Yang kedua diadakan secara besar-besaran pada acara ini para
Parmalim menyembelih kurban kerbau atau lembu. “Ini merupakan tanda
syukur kami kepada Debata yang telah memberikan kehidupan,” kata
Marnangkok.

Catatan: Dalam Kitab Paramalim, yakni Tumbang Holing, terdapat kisah
manusia pertama, Adam dan Hawa termasuk taman eden dimana hawa
digoda si ular. Hal itu dalam istilah bahasa Batak Toba. Parmalim
itu bisa jadi merupakan ajaran usianya sudah ribuan tahun, jauh
sebelum Islam dan Kristen masuk dan mempengaruhi keyakinan etnis
Batak. Demikian pula dengan simbol dan pakaian kebesaran kerajaan
Batak Toba dan Parmalim, agama leluhur Bangso Batak Toba, cenderung
mendekati simbol-simbol agama Samawi, misalnya, tongkat, pedang,
sorban berwarna putih serta stempel kerajaan. Jika dihubungkan
cerita tentang penemuan mummy Mesir yang dibalsem dengan rempah-
rempah pengawet di antaranya kanfer (kapur barus) serta kisah
tentang Raja (Nabi) Sulaiman/ Salomo membutuhkan rempah-rempah dari
Ophir (Barus) di Tapanuli, diperkirakan jejak agama monotheisme
Israel terserap dan kemudian mengakar dalam keyakinan Parmalim –
Hamlimon – Ugamo Malim, agama Bangso Batak Toba.

Saya cukupkan saja dulu hingga disitu, karena terlalu letih untuk
membeberkan semua, termasuk indikasi-indikasi lemah yang banyak
jumlahnya. Jika data yang diatas itu saja dibawa kepada ahli
statistik, yang tentu akan mempertimbangkan semua aspek-aspek lain
yang terkait kedalamnya, simililaritasnya dengan tradisi bangsa
Israel kuno dengan bukti autentik tertulis dalam Alkitab, informasi
sejarah sekuler, tradisi Semitik yang ada hingga sekarang, serta
kesamaan tradisi itu pada suku Batak setelah kurun waktu kurang
lebih 3000 tahun, angka perbandingan untuk mengatakan bahwa suku
Batak Toba bukan keturunan Israel mungkin 1 : 1,000,000 bahkan bisa
jadi lebih.

Tulisan ini tidak bermaksud menampilkan superioritas ras, suku atau
bangsa atau budaya tertentu. Jika tulisan ini menimbulkan kesan
seolah-olah menonjolkan superioritas suatu budaya tertentu, hal itu
semata-mata terjadi karena topik yang berfokus pada peran suatu
etnis atau Bangso Batak Toba. Keberadaan unsur asing dalam
kebudayaan suatu bangsa adalah sebuah kewajaran. Penyerapan unsur
asing ke dalam suatu budaya lokal tidak berarti menunjukkan
inferioritas kebudayaan yang menyerapnya.

Sejarah justru mencatat, kebesaran suatu kebudayaan berkorelasi
positif dengan banyaknya unsur asing yang diserap dan dikembangkan
oleh komunitas budaya bersangkutan. Sejarah juga mencatat interaksi
suatu komunitas budaya dengan komunitas budaya lain, berjalan timbal
balik, tidak pernah searah saja. Tulisan ini mestilah dipahami
sebagai upaya menampilkan kemungkinan terjadinya pertukaran nilai
budaya dalam rentang waktu beberapa abad antara Timur dengan Barat.

Pada jaman Raja-raja Israel dan Yehudah, telah dilakukan kontak
dengan Barus, Tapanuli dengan Israel, Mesir, Persia, Cina, India,
Arab, Yunani dan Pakistan yang terjadi satu milenium sebelumnya,
hubungan dagang tersebut sudah berlangsung beberapa abad sebelum
masehi).

(Dari berbagai sumber).

Sepenggal Kisah Natal

Posted December 20, 2007 by
Categories:
Keselamatan, kemenangan

Diambil dari cerita nyata..

Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur, Filipina, yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah yang berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.

Setiap kali berhasil menyebrangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja tiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan, sahabatnya.
Tindakannya ini selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.

“Bagaimana kabarmu, Andy? Apakah kamu akan ke Sekolah?”

“Ya, Bapa Pendeta!” balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.

Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut, “Jangan menyebrang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah, kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat.”

“Terima kasih, Bapa Pendeta.”

“Kenapa kamu tidak pulang sekarang? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?”

“Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan.. sahabatku.”

Dan Pendeta tersebut meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya di depan altar berbicara sendiri, tetapi pastur tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.

“Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanya kue ini.
Terima kasih buat kue ini, Tuhan! Tadi aku melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku jadi tidak begitu lapar.

Lihat ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan.Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa..
paling
tidak aku tetap dapatpergi ke sekolah. Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa dari temanku sudah berhenti sekolah, tolong Bantu mereka supaya bisa bersekolah lagi.
Tolong Tuhan.

Oh, ya..Engkau tahu kalau Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu.
Tuhan, Engkau mau lihat lukaku??? Aku tahu Engkau dapat menyembuhkannya, disini..disini.aku rasa Engkau tahu yang ini kan….??? Tolong jangan marahi ibuku, ya..?? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makan dan biaya sekolahku..itulah mengapa dia memukul aku.

Oh, Tuhan..aku rasa, aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang sangat cantik dikelasku, namanya Anita. menurut Engkau, apakah dia akan menyukaiku??? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.

Hei.ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira??? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Tapi ini kejutan bagiMu.
Aku berharap Engkau menyukainya. Oooops..aku harus pergi sekarang.”

Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta .

“Bapa Pendeta..Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyebrang jalan sekarang!”

Kegiatan tersebut berlangsung setiaphari, Andy tidak pernah absen sekalipun.

Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Tuhan.. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.

Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja tersebut diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga mengutuki orang yang menyinggung mereka.

Ketika mereka sedang berdoa, Andypun tiba di Gereja tersebut usai menghadiri pesta Natal di sekolahnya, dan menyapa “Halo Tuhan..Aku..”

“Kurang ajar kamu, bocah!!!tidakkah kamu lihat kalau kami sedang berdoa???!!! Keluar, kamu!!!!!”

Andy begitu terkejut,”Dimana Bapa Pendeta Agaton..??Seharusnya dia membantuku menyeberangi jalan raya. dia selalu menyuruhku untuk mampir lewat pintu belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus, karena hari ini hari ulang tahunNya, akupun punya hadiah untukNya..”

Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja.

“Keluar kamu, bocah!..kamu akan mendapatkannya!!!”

Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyebrangi jalan raya yang berbahaya tersebut di depan Gereja. Lalu dia menyeberang, tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang – disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar.dan Andypun tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tidak bernyawa lagi.

Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut, namun dengan penuh airmata dating dan memeluk bocah malang tersebut. Dia menangis.

Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya,”Maaf tuan..apakah anda keluarga dari bocah yang malang ini? Apakah anda mengenalnya?”

Tetapi pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam berkata,”Dia adalah sahabatku.” Hanya itulah yang dikatakan.

Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam saku baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah tersebut, kemudian keduanya menghilang. Orang-orang yang ada disekitar tersebut semakin penasaran dan takjub..

Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sangat mengejutkan.

Diapun berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dengan kedua orang tua Andy.

“Bagaimana anda mengetahui putra anda telah meninggal?”

“Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari.” Ucap ibu Andy terisak.

“Apa katanya?”

Ayah Andy berkata,”Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy, sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan memberikan kecupan dikeningnya, kemudian Dia membisikkan sesuatu.

“Apa yang dikatakan?”

“Dia berkata kepada putraku..” Ujar sang Ayah. “Terima kasih buat kadonya.
Aku akan berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku.” Dan sang ayah melanjutkan, “Anda tahu kemudian semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis tapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu.aku menangis karena bahagia..aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika dia meninggalkan kami, ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. Aku tidak dapat melukiskan sukacita dalam hatiku. aku tahu, putraku sudah berada di Surga sekarang.
Tapi tolong Bapa Pendeta .. Siapakah pria ini yang selalu bicara dengan putraku setiap hari di Gerejamu? Anda seharusnya mengetahui karena anda selalu di sana setiap hari, kecuali pada saat putraku meninggal.

Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik,”Dia tidak berbicara kepada siapa-siapa… kecuali dengan Tuhan.”

Sinopsis cerita dari FTV – “Sebuah Penantian”

Posted December 19, 2007 by
Categories:
Keselamatan, kemenangan, pernyataan

Sinopsis cerita dari FTV – “Sebuah Penantian”

December 19, 2007

 

Sebagai tambahan informasi, bahwa program berjudul “Sebuah Penantian” yang akan tayang di RCTI 15 Desember 2007 itu adalah program FTV dalam rangka Natal 2007

Adapun sinopsis cerita dari FTV – “Sebuah Penantian” adalah sbb :

FTV NATAL “Sebuah Penantian”

Pemain :
• Restu Sinaga
• Nana Mirdad
• Rudi Salam
• Mario Lawalatta
• Christine Djogja
• Tessadesrada Ryza

Penata Grafis & Animasi : Triya Sudira M., Iwa Sukmawansyah, Yudha Wiyasa
Penata Artistik : Bowo
Penata Kamera : Slamet Waluyo
Ide Cerita : Sylvia T Pontoh
Penulis Skenario : Gweneal Eleazar
Casting Manager : Linda Wibisono
Penata Musik : Ilustranada
Penata Suara : Roland XP
Editor : Ricardo
Supervisi Editor : Danny AW
Pimpinan Produksi : Ika Muliana & Dipta Erlangga
Supervisi Produksi : Gammy & James Quek
Produser Pelaksana : Robert Ronny
Produser Kreatif : Sylvia T. Pontoh
Eksekutif Produser : William Conard, Charles Jonan, Dedy Abdurachman
Co-Produser : Sutanto Hartono, Stephen K. Sulistyo, Artine S. Utomo
Produser : Hary Tanoesoedibjo
Sutradara : Ron Widodo

Sinopsis Global

Aku tidak pernah tertidur
tak pernah lalai,
Tangan-Ku slalu menopang dirimu
Percaya pada-Ku, datang pada-Ku..
Ku selalu setia

EVAN kecil masih ingat ketika pertamakali, papanya- WIMAR meninggalkan keluarganya dan memutuskan menikah dengan janda muda. Selang beberapa tahun kemudian, saat usaha Wimar bangkrut ia memutuskan kembali ke RANTI (mama) dan anak-anaknya. Ranti merasa kalau doanya telah dijawab , suaminya kembali padanya.

Ranti setia mendampingi Wimar sampai ia berhasil lagi dalam pekerjaannya. Wimar memang sudah bangkit dari keterpurukan, tapi dengan mudah ia meninggalkan keluarganya lagi. Wimar minta cerai dari Ranti. Tapi Ranti yang anti perceraian dan percaya menikah sekali untuk selamanya menolak untuk diceraikan. Hal itu tidak membuat Wimar ragu untuk melakukan pernikahan bawah tangan dengan istri ketiganya. Sudah 2 x, Wimar meninggalkan keluarganya, sudah tertutup pula pintu maaf Evan untuk Wimar!! Mulai saat itu, Evan mengambil alih untuk meneruskan kewajiban Wimar untuk menjaga dan memenuhi kehidupan keluarganya. Ia ingin membuktikan tanpa keberadaan seorang PAPA, hidup mereka akan jauh lebih baik.

Dan hal ini memang terbukti !!!!!! 15 tahun kemudian…….

EVAN (30) berhasil menjadi seorang pengacara muda yang sukses . Ia juga berhasil menyekolahkan kedua adiknya ELGA (25) dan ELSA (22) sampai tamat. EVAN juga memenuhi kebutuhan RANTI yang sukses dengan usaha cateringnya. Pokoknya Evan berjuang sendiridari bawah, dan ini semua ia raih tanpa kehadiran Wimar. Sudah 15 tahun lamanya pula, mereka tidak pernah mendengar kabar Wimar. Tapi Ranti tidak pernah berubah untuk terus setia mendoakan suaminya agar satu hari nanti, Wimar akan pulang dan mereka akan berkumpul bersama lagi.

Tidak lama lagi, Elga dan tunangannya, Robi akan menikah. Semua persiapan menjelang pernikahan sudah siap. Hanya saja Elga merasa ada yang kurang. Ia mempunyai keinginan yaitu saat menikah nanti, Wimar akan mengantarkan Elga sampai depan mimbar. Hal ini ditentang keras oleh Evan! Mereka tidak butuh Wimar!

Evan sendiri yang akan mengantarkan Elga menghadap mempelai pria. Elga tetap saja keukeuh mencari Wimar dan hal ini didukung penuh oleh Ranti dan Elsa.

Singkat cerita, akhirnya Elga berhasil menemukan Wimar dengan kondisi sangat memprihatinkan. Sendirian tinggal di kawasan kumuh, berbaring dengan kondisi setengah lumpuh (stroke). Tidak ada yang bisa dilakukan Wimar selain menangis sepanjang harinya. Waktu Elga datang, Wimar tidak bisa mengenalinya. Tidak ingin melihat Wimar terus menderita, akhirnya Elga membawa Wimar pulang ke rumah.

Evan marah besar waktu tahu Wimar akan tinggal di rumahnya. Apalagi Ranti memutuskan akan merawatnya. Bagi Evan, kesalahan Wimar sangatlah besar, sampai-sampai seatap dengan Wimar saja ia tidak sudi. Evan meninggalkan rumah untuk menghindari pertemuannya dengan Wimar. Hal ini membuat Wimar makin bertambah sedih.

Dengan penuh cinta, Ranti merawat Wimar, memandikan, menyuapi dan menuntunnya berjalan. Sehari dalam 24 jam tidak akan cukup bagi Ranti untuk mengasihi Wimar. Tidak ada sedikit pun tatapan kebencian yang tersirat dalam pandangan Ranti. Wimar makin merasa bersalah, ia
sadar kalau dahulu ia telah melepas sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya. Ranti yakin kalau suatu saat nanti Evan pasti bisa memaafkannya. Sejak itu, Wimar mulai berdoa, minta ampun pada Tuhan dan berdoa untuk Evan.

Pernikahan Elga dan Robi tinggal 3 hari lagi. Di lain pihak, Elga senang kalau Wimar telah kembali tapi di sisi lain ia sedih karena Evan mengancam tidak akan datang kalau Wimar ada di sana. Sama dengan Ranti, Elga juga yakin kalau kakak yang ia cintai pasti akan membuang egonya dan mendengar hati kecilnya.

Semenjak keluar dari rumah, Evan tinggal sendirian. Ia merasa kehilangan Ranti, Elga dan Elsa. Keluarga yang sangat ia cintai. Selain disibukan oleh kasus-kasus, ia kebanyakan menyendiri di rumah sewaan. Evan jadi ingat dengan kata-kata Ranti sebelum ia pergi dari rumah “Papamu memang telah berbuat kesalahan, ia telah meninggalkan kita semua tapi Tuhan mendengar doa mama,Tuhan telah mengembalikan papa ke sisi kita. Kalau sekarang kamu tidak bisa memaafkan kesalahan papa lalu apa bedanya kamu sama papa??” kata-kata Ranti terus terngiang-ngiang di kepala Evan beberapa hari ini. Ia jadi mengingat kejadian di masa lalunya..

Dimana Evan remaja terus berdiri di depan pintu, menunggu kepulangan papanya. Setiap malam, tak lupa Evan berdoa supaya papa mau pulang. Tetapi Tuhan belum memulangkan papa. Sejak saat itu, Evan berhenti mendoakan papanya supaya pulang. Bahkan lebih bagus kalau papanya tidak perlu pulang. Karena setiap Wimar pulang pasti akan memberikan luka lagi. Evan menangis mengingat kejadian itu, ia berubah jadi keras hati bukan karena Wimar tidak pernah pulang tapi karena ia malu mengakui kalau ia sebenarnya sudah memaafkan Wimar sejak lama.

Pernikahan Elga berlangsung. Wimar dengan terseok-seok mengantarkan Elga sampai depan mimbar. Semua tamu memandang haru akan ketulusan keluarga ini. Saat penghormatan kepada orang tua, Elga memeluk Ranti dan Wimar dengan penuh haru. Saat itu, Evan datang dan ikut melakukan penghormatan kepada orang tua. Evan bersimpuh di kaki Ranti dan Wimar, minta ampun akan semua kesalahannya dan mengakui kalau ia sangat menyayangi Wimar sebagai papa yang sangat ia kagumi.

Mereka pun kembali berkumpul bersama lagi.

Salam damai,

Latifah

Diposting oleh mediacare di 6:37:00 PM

Label: sebuah penantian

Berita Terkait

Sinopsis cerita dari FTV – “Sebuah Penantian”

Posted December 19, 2007 by
Categories:
Keselamatan, kemenangan, pernyataan

Adapun sinopsis cerita dari FTV – “Sebuah Penantian” adalah sbb :FTV NATAL “Sebuah Penantian”

Pemain :
• Restu Sinaga
• Nana Mirdad
• Rudi Salam
• Mario Lawalatta
• Christine Djogja
• Tessadesrada Ryza

Penata Grafis & Animasi : Triya Sudira M., Iwa Sukmawansyah, Yudha Wiyasa
Penata Artistik : Bowo
Penata Kamera : Slamet Waluyo
Ide Cerita : Sylvia T Pontoh
Penulis Skenario : Gweneal Eleazar
Casting Manager : Linda Wibisono
Penata Musik : Ilustranada
Penata Suara : Roland XP
Editor : Ricardo
Supervisi Editor : Danny AW
Pimpinan Produksi : Ika Muliana & Dipta Erlangga
Supervisi Produksi : Gammy & James Quek
Produser Pelaksana : Robert Ronny
Produser Kreatif : Sylvia T. Pontoh
Eksekutif Produser : William Conard, Charles Jonan, Dedy Abdurachman
Co-Produser : Sutanto Hartono, Stephen K. Sulistyo, Artine S. Utomo
Produser : Hary Tanoesoedibjo
Sutradara : Ron Widodo

Sinopsis Global

Aku tidak pernah tertidur
tak pernah lalai,
Tangan-Ku slalu menopang dirimu
Percaya pada-Ku, datang pada-Ku..
Ku selalu setia

EVAN kecil masih ingat ketika pertamakali, papanya- WIMAR meninggalkan keluarganya dan memutuskan menikah dengan janda muda. Selang beberapa tahun kemudian, saat usaha Wimar bangkrut ia memutuskan kembali ke RANTI (mama) dan anak-anaknya. Ranti merasa kalau doanya telah dijawab , suaminya kembali padanya.

Ranti setia mendampingi Wimar sampai ia berhasil lagi dalam pekerjaannya. Wimar memang sudah bangkit dari keterpurukan, tapi dengan mudah ia meninggalkan keluarganya lagi. Wimar minta cerai dari Ranti. Tapi Ranti yang anti perceraian dan percaya menikah sekali untuk selamanya menolak untuk diceraikan. Hal itu tidak membuat Wimar ragu untuk melakukan pernikahan bawah tangan dengan istri ketiganya. Sudah 2 x, Wimar meninggalkan keluarganya, sudah tertutup pula pintu maaf Evan untuk Wimar!! Mulai saat itu, Evan mengambil alih untuk meneruskan kewajiban Wimar untuk menjaga dan memenuhi kehidupan keluarganya. Ia ingin membuktikan tanpa keberadaan seorang PAPA, hidup mereka akan jauh lebih baik.

Dan hal ini memang terbukti !!!!!! 15 tahun kemudian…….

EVAN (30) berhasil menjadi seorang pengacara muda yang sukses . Ia juga berhasil menyekolahkan kedua adiknya ELGA (25) dan ELSA (22) sampai tamat. EVAN juga memenuhi kebutuhan RANTI yang sukses dengan usaha cateringnya. Pokoknya Evan berjuang sendiridari bawah, dan ini semua ia raih tanpa kehadiran Wimar. Sudah 15 tahun lamanya pula, mereka tidak pernah mendengar kabar Wimar. Tapi Ranti tidak pernah berubah untuk terus setia mendoakan suaminya agar satu hari nanti, Wimar akan pulang dan mereka akan berkumpul bersama lagi.

Tidak lama lagi, Elga dan tunangannya, Robi akan menikah. Semua persiapan menjelang pernikahan sudah siap. Hanya saja Elga merasa ada yang kurang. Ia mempunyai keinginan yaitu saat menikah nanti, Wimar akan mengantarkan Elga sampai depan mimbar. Hal ini ditentang keras oleh Evan! Mereka tidak butuh Wimar!

Evan sendiri yang akan mengantarkan Elga menghadap mempelai pria. Elga tetap saja keukeuh mencari Wimar dan hal ini didukung penuh oleh Ranti dan Elsa.

Singkat cerita, akhirnya Elga berhasil menemukan Wimar dengan kondisi sangat memprihatinkan. Sendirian tinggal di kawasan kumuh, berbaring dengan kondisi setengah lumpuh (stroke). Tidak ada yang bisa dilakukan Wimar selain menangis sepanjang harinya. Waktu Elga datang, Wimar tidak bisa mengenalinya. Tidak ingin melihat Wimar terus menderita, akhirnya Elga membawa Wimar pulang ke rumah.

Evan marah besar waktu tahu Wimar akan tinggal di rumahnya. Apalagi Ranti memutuskan akan merawatnya. Bagi Evan, kesalahan Wimar sangatlah besar, sampai-sampai seatap dengan Wimar saja ia tidak sudi. Evan meninggalkan rumah untuk menghindari pertemuannya dengan Wimar. Hal ini membuat Wimar makin bertambah sedih.

Dengan penuh cinta, Ranti merawat Wimar, memandikan, menyuapi dan menuntunnya berjalan. Sehari dalam 24 jam tidak akan cukup bagi Ranti untuk mengasihi Wimar. Tidak ada sedikit pun tatapan kebencian yang tersirat dalam pandangan Ranti. Wimar makin merasa bersalah, ia
sadar kalau dahulu ia telah melepas sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya. Ranti yakin kalau suatu saat nanti Evan pasti bisa memaafkannya. Sejak itu, Wimar mulai berdoa, minta ampun pada Tuhan dan berdoa untuk Evan.

Pernikahan Elga dan Robi tinggal 3 hari lagi. Di lain pihak, Elga senang kalau Wimar telah kembali tapi di sisi lain ia sedih karena Evan mengancam tidak akan datang kalau Wimar ada di sana. Sama dengan Ranti, Elga juga yakin kalau kakak yang ia cintai pasti akan membuang egonya dan mendengar hati kecilnya.

Semenjak keluar dari rumah, Evan tinggal sendirian. Ia merasa kehilangan Ranti, Elga dan Elsa. Keluarga yang sangat ia cintai. Selain disibukan oleh kasus-kasus, ia kebanyakan menyendiri di rumah sewaan. Evan jadi ingat dengan kata-kata Ranti sebelum ia pergi dari rumah “Papamu memang telah berbuat kesalahan, ia telah meninggalkan kita semua tapi Tuhan mendengar doa mama,Tuhan telah mengembalikan papa ke sisi kita. Kalau sekarang kamu tidak bisa memaafkan kesalahan papa lalu apa bedanya kamu sama papa??” kata-kata Ranti terus terngiang-ngiang di kepala Evan beberapa hari ini. Ia jadi mengingat kejadian di masa lalunya..

Dimana Evan remaja terus berdiri di depan pintu, menunggu kepulangan papanya. Setiap malam, tak lupa Evan berdoa supaya papa mau pulang. Tetapi Tuhan belum memulangkan papa. Sejak saat itu, Evan berhenti mendoakan papanya supaya pulang. Bahkan lebih bagus kalau papanya tidak perlu pulang. Karena setiap Wimar pulang pasti akan memberikan luka lagi. Evan menangis mengingat kejadian itu, ia berubah jadi keras hati bukan karena Wimar tidak pernah pulang tapi karena ia malu mengakui kalau ia sebenarnya sudah memaafkan Wimar sejak lama.

Pernikahan Elga berlangsung. Wimar dengan terseok-seok mengantarkan Elga sampai depan mimbar. Semua tamu memandang haru akan ketulusan keluarga ini. Saat penghormatan kepada orang tua, Elga memeluk Ranti dan Wimar dengan penuh haru. Saat itu, Evan datang dan ikut melakukan penghormatan kepada orang tua. Evan bersimpuh di kaki Ranti dan Wimar, minta ampun akan semua kesalahannya dan mengakui kalau ia sangat menyayangi Wimar sebagai papa yang sangat ia kagumi.

Mereka pun kembali berkumpul bersama lagi.

Salam damai,

Latifah

Diposting oleh mediacare di 6:37:00 PM

Label: sebuah penantian

Berita Terkait

 

_________________

SETAN TAKUT PADA ACARA TV ” MY HOPE INDONESIA “

Posted December 12, 2007 by
Categories:
bukti, culas, islam, setan

 

Matikan TV Pada Sabtu, 15 Desember 2007 Sore!

link berita 1

link berita 2

imageSejak satu dua hari ini, di berbagai milis Kristen ramai dibahas tentang sebuah film ruhani (baca: film pemurtadan) yang menurut rencana akan ditayangkan lewat stasiun teve swasta RCTI di slot acara FTV Natal (juga tengah diusahakan bisa ditayangkan di TransTV dan TVRI) secara serentak pada hari Sabtu, pukul 16.30 – 17.30 wib nonstop alias TANPA IKLAN. Judul filmya: Sebuah Penantian.

Film ini diprakarsai oleh Billy Graham Ministry (USA). Penginjil (Evangelist) Billy Graham sendiri merupakan salah seorang tokoh utama gerakan Zionis-Kristen (Judeo-Christianity) AS yang dikenal sangat anti Islam dan pendukung fanatik gerakan Zionisme. Billy Graham inilah ‘Bapak Ruhani’ dari Presiden AS George Walker Bush, di mana pada pertengahan 1980-an Bush jr., dikabarkan berhasil lepas dari pengaruh alkohol dan menjadi Kristen yang dilahirkan kembali. Suatu peristiwa yang oleh kalangan Kristen radikal di AS disebut sebagai Reborn in Christ.

Sedangkan menurut investigator kenamaan AS Texe Marrs, saat itu Bush sebenarnya telah sepakat dengan para penginjil Zionis untuk memakai kedok kekristenan di dalam upaya menggolkan cita-cita gerakan Zionisme Internasional. Jadi ‘Reborn in Christ’ hanyalah tipuan komplotan Bush agar mendapat dukungan dari umat Kristen AS dan Barat.

Film “Sebuah Penantian” awalnya bernama “My Hope Indonesia”. Film sejenis dengan judul “My Hope India” telah diputar di India dan konon menurut pengakuan di banyak milis Kristen, film tersebut berhasil memurtadkan jutaan orang-orang Hindu India.

Bukan Film Biasa
imageYang patut diketahui, film ini bukan sekadar film biasa. Tapi telah melewati ritual kekristenan khusus berupa ‘Doa Puasa’ selama satu bulan penuh. Untuk pemutaran film “Sebuah Penantian” tanggal 15 Desember 2007 sore, para awak dan pendukung film ini, juga diikuti oleh banyak jemaat gereja yang berkiblat ke Billy Graham Ministry AS, telah melakukan ritual tersebut, melakukan Doa dan Puasa sejak tanggal 15 November hingga 15 Desember 2007.

Tujuannya hanya satu:

Agar setiap orang yang belum menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, setelah menonton film ini ruhaninya akan goyang sehingga bisa meninggalkan agama yang selama ini dianutnya dan menggantinya dengan Tuhan Yesus. Sebuah film pemurtadan yang telah melalui ritual khusus.

Film yang dibintangi oleh Restu Sinaga, Christine Hakim, Mario Lawalatta, dan Nana Mirdad ini didukung oleh seluruh denominasi gereja di Indonesia. Dari berbagai milis juga diungkap bahwa para pemain film ini ‘sudah dipilih Tuhan’, karena ada satu aktor ternama yang menyatakan mundur dari film ini dan akhirnya ditangkap polisi karena terlibat narkoba.

Sebuah kesaksian:
Para pemain film ini sepertinya sudah disaring oleh Tuhan, yakni dengan batalnya salah seorang pemain yang sudah konfirm, namun entah kenapa tiba-tiba beliau membatalkan kontraknya. Ternyata Tuhan tahu siapa yang layak main dan siapa yang tidak layak main. Artis tersebut tidak lama kemudian tertangkap polisi karena terlibat narkoba dan saat ini sedang mendekam di penjara. Bayangkan betapa memalukannya film ini apabila yang main adalah artis tersebut… Yang menggantikan peran artis tersebut adalah Rudi Salam, ” demikian kalimat dari berbagai milis Kristen tersebut.

Matikan TV Saja
Jika benar RCTI dan juga sejumlah stasiun teve swasta dan juga TVRI akan menayangkan film tersebut, film pemurtadan yang telah melewati prosesi doa puasa secara khusus, maka sebaiknya keluarga-keluarga Muslim dan perkantoran yang banyak dihuni orang-orang Islam mematikan teve tersebut pada jam di atas.

Selain bisa terhindar dari pengaruh mistis film tersebut (berkat doa puasa selama sebulan yang memanggil kekuatan—istilah mereka pasukan doa—dari alam ghaib), maka hal ini juga sebagai bentuk penghematan energi. Bukankah Lidya Kandouw—orang Kristen juga, ibunya Nana Mirdad—sering bilang di TV: “Matikan Yang Tidak Perlu, Yang Tidak Perlu Matikan!” Jadi daripada buang-buang listrik dan usia pesawat TV, alangkah bijaknya kita mematikan pesawat TV di waktu tersebut.

Atau bagi yang tetap penasaran menonton, sebaiknya jangan lepas dari wudhu selama menonton film ini agar terhindar dari ‘Kuasa Gelap’ dan dilindungi oleh Allah SWT. Sembari menonton, teruslah berdzikir agar Yang Maha Pembolak-Balik Hati bisa terus melindungi keimanan kita. Dan untuk anak-anak, jangan sekali-kali melihat film yang bukan film biasa ini. Nashru minallahu wa fathun qariib. (Rizki/eramuslim)

NB.

Berita Yang beginian tidak akan anda temui di BLOG si BOBO

Langkah Kemenangan Awal

Posted December 11, 2007 by
Categories:
bukti, kemenangan, pernyataan

BENARKAH BLOG INI MEMBERITAKAN FITNAH?

Baca disini Pengakuan Kesalahannya
Muliate ma Lae atas keputusan mu yang sedikit bijak, telah melepaskan orang orang yang akan kau jadikan korban dikemudian hari, akhirnya doa kami dijawab sama Tuhan Kami YHVH, amin… thanks YHVH….ini langkah awal kemenangan kami…atas BLOG yang menyesatkan bangso batak...fitnahmu tidak terbukti frend…

mulai hari ini kami harapkan lae tidak lagi menjadi provokator dan penyebar paham kesesatan diantara orang batak, yang keluar dari otak lae itu, sudah banyak korban lae, tau gak lae si en**** begitu kesal kepada lae, bahwa dia dimanfaatkan sama lae, semua sudah diceritakan di jakarta, saat dia datang ke markas kami di manggarai tgl 25 nov 2007, satu jalan dengan kafe si Viky yang lae manfaatkan itu🙂, en**** bercerita kepada kami ( R****.simbolon, Rei***simanjuntak, Lam*** sianturi, R** nababan, sa** napitupuluh, f**** gultom, j*** sinambela dan kawan yg gak hadir B***.sigalingging dan lae sidabutar),betapa dia menyesal berkenalan sama lae, dia begitu trauma… dia tidak mau ada banyak orng lagi di jadikan korban sama lae, oleh karena itu kami berterimah kasih lae sudah mengambil keputusan yang tepat, berkarya lah secara jujur , berpendirian baik, tidak menghasut, provokasi, culas, iri dan dengki. Memang kadang uang bisa membutakan kita lae, tapi banyak cara mencari uang dengan jujur dan layak..bukan dengan cara yang lae terapkan selama ini, kalaupun lae mau mencari uang dengan cara nge BLOG itu sah sah aja, tapi katakan itu dari awal berdirinya BLOG, jangan lae pasang idealisme lae itu, lae sendiri bilang idealisme lae itu telah memakan korban anak lae sendiri, juga tuntutan cerai istri lae, seperti kata kata lae di BLOG lae itu, terasa “GINJANG ROHA “ dan Munapik, dengan lae memasang DONASI di BLOG itu, jangan salahkan orang berpersepsi lae mencari uang!Menulislah dengan jujur, objektif dan berimbang, adapun kalau anda menulis mau mencari tujuan tertentu, jangan menjadi provokator dan spekulan yang ujung ujungnye mengarah pada keuntungan mu pribadi. Sudah banyak kami perhatikan pengunjungmu yang telah ditulari virus virus pemikiran mu yang jelek itu kepada mereka

BUKTI OTENTIK SIAPA SI BOBO SIAHAAN

From O*** ********** XVI <mata*******@yahoo.com>
to anti********** <anti********@gmail.com>,
date Nov 29, 2007 5:31 PM
subject Mauliate godang ma laengku!
mailed-by yahoo.com
signed-by yahoo.com

hide details Nov 29 (12 days ago)

Reply

——-
Horas Lae,

Memang si Jarar pintar sekali mengambil hati, bukan cuma dugaan-dugaan yang kukasih, tapi juga donasi dari gajiku yang tak seberapa itu. Entahlah lae, aku langsung tersihir…tapi sekarang kita sudah tahu kartu As-nya dari A sampai Z.

Sekalian kusuruhpun tulang Suhunan menjauh dari BatakNews. Sungguh lae, inilah ketakutan terbesar dalam hidupku! Dan kalau bisa lae, mangelek ma jo ahu muse, janganlah membikin blog-blog seperti itu lae, bukannya apa-apa, kita dan saudara-saudara kita yg tak berdosa pun nanti kena juga, disabet par Tanah Abang. Aku malah sempat terlintas, semua orang Batak kristen disapu di JKT sana, dan estafet ke seluruh daerah di Indonesia.

Saya juga kecewa, karena di Jakarta kemarin, Rei**** Simanjuntak bilang kalau tidak benar Jarar Siahaan itu humanis, karena dia bisa membuktikan kalau Jarar suka memeras semasa aktif menjadi wartawan.

—-
Akupun lae, kuakui ada unsur kemunafikan juga memberi komentar, tapi awalnya itu semua demi memperlihatkan ‘Kristen yg simpatik’. Pertama bergabung, aku sempat panas dgn bacaan ttg Mother Theresa yg disebut kafir. Kuprotes si Jarar, kenapa topik-topik agama sering dibahas disini? Si Jarar bilang, suka-sukakulah, yang kuanalisa lae, tiap kali topik agama dimunculkan, comment akan banyak sekali, artinya hits nambah, bandingkan dengan topik lain.

Yang kupelajari lae, dari semua kejadian ini, Jarar tetap dgn insting wartawannya, bisa lae lihat dari kolom donasi, trus dengan mulai adanya iklan gratis, apa maksudnya?

Tapi aku yakin, aku dan semua parsilang yg sering nongol disana tak bakalan kesitu lagi. Jadi kalau lae liat nick ********** atau e****** tambunan disana, itu bukan aku lae. Aku memilih pensiun saja dari blog memblog. Karejoku nama hu ula lae, dohot rencana mangoli bulan januari on.
—-

Masalah si Jarar, sudah tahu aku kartunya lae, kemarin aku dan tulang R******* di Jakarta kebingungan, depresi, kayak orang gila, dia malah matikan HP kek lepas tanggungjawab. Aku yakin ini akan menjadi shock terapi buat semua yang sering ke blog si Jarar.
—-
Akupun tahu, sebenarnya orang lae tak sejahat itu, atau bisa jadi memang cuma iseng, tapi keisengan itu lae bisa berakibat fatal, nyawa taruhannya. Aku yakin koq, Kristen tidak butuh propaganda, dan belum pernah sejarahnya Kristen memakai
propaganda dalam evangelisasi, Kristen itu damai dan simpatik, namun mempesona, toh tiap tahun tetap saja yg masuk Kristen banyak, tak perlu jauh-jauh, di sekitarku saja banyak.

——

:

1. Contoh Komentar Netral

leonardo situmorang

8 Desember 2007 at 8:21 pm

Ku rasa, isi blog dia itu (yang fitnah itu) belum 100% salah. Dan, ku rasa juga, isi blog abang ini juga belum 100% benar.

Sudah jelas, bahwa dari awal, internet tidak pernah menjanjikan kepercayaan. Namanya juga dunia maya. Trust no one dan Trust

nothing, adalah aturan dasar dan mendasar.

Kalaupun ada orang yang (merasa) dirugikan, atau merasa (merugikan), itu kesalahan pribadi masing-masing. Ya, jadikan

pelajaran saja lah. Internet bisa dibuat untuk segudang hal baik lain, diluar membangun kepercayaan.

Kurasa, orang yang memberi komentar berisi makian dan cacian, adalah orang yang tidak mau melakukan (double) cross check

terhadap suatu permasalahan. Dengan mudahnya mengambil kesimpulan.
Bukan berarti saya disini menuduh mereka salah, hanya saja: terlalu cepat membuat kesimpulan berdasarkan satu sumber

informasi.

contoh komentar diatas yang objektif, yang tidak mau memakan mentah mentah suatu peosalan, sejak awal berdirinya BLOG lae,

macam komentar diatas sangat jarang saya lihat!, justru saya harus akui bahwa lae pintar menjebak pengunjung BLOG lae utuk

lae jadikan tameng pembenaran atas kemunafikan lae. sudah begitu banyak, yang menurut kami orang orang tersebut sudah

dipastikan memiliki sifat dan selera sama lae, mereka mereka inilah yang kami pastikan bermental rendah, bodoh, tolol, idiot,

narsis, egois, dan munapik!. untung saja ada seorang yang cepat sadar dari kebengisan lae ( en***), dia begitu tahu siapa lae

sesungguhnya, dia sudah merasakan secara nyata (dunia nyata) kekecewaan yang mendalam ttg lae…. cuma orang orang yang kami

sebut boneka manis, belum sadar sadar juga dari mimpinya di dunia maya ini ) , kasihan!!! :

2. Contoh Komentar yang kecewa kepada BOBO :

Sabar Nababan

11 Desember 2007 at 2:07 am

Maaf Lae Jarar, saya lupa telah dilarang berkommen sejak kemarin. Ini merupakan kommen saya yg terakhir. Dan saya takkan

pernah berkommen dalam nama samaran.

Semua kommen yg sy utarakan di setiap judul tulisan di blog Lae ini adalah hanya sebagai uneg2 yg selama ini tak tau harus

dikemanakan. Terimakasih telah menampilkan kommen saya. Suatu saat, jika lintas di Belgia ini, saya akan cari rumah Lae untuk

singgah, dan semoga banyak ‘paccarian na lomak’ di masa datan bagi kita semua.

Mungkin sekarang banyak yg tidak setuju dgn kommen saya, ndak masalah karena itu adalah hak anda. Saya juga berhak

mengeluarkan uneg2 yg saya rasa perlu disampaikan. Walop pun agak kurang sopan, mohon maaf, ramba na poso dope au na so

tubuan lata.

Lae, sejujurnya, saya tak bermaksud mencari popularitas apa pun dari blog Lae ini; apalagi merasa menjadi pahlawan kepagian,

atau kesiangan, atau kemalaman. Cukuplah saya hanya pahlawan tanpa tanda jasa. Jika Lae ndak percaya, saya mempersilahkan Lae

menghapus semua hal yg berhubungan dengan saya dali blog Lae ini.

Sekali lagi, lebih kurang dan kurang lebih mohon diperbanyak maaf.

Horas, mauliate, jala gabe.
ttd
Sabar Nababan
(par-sidikkalang)

kenapa lae nababan bisa kecewa? bisakah boneka boneka menganalisa tingkah laku Mentor kalian si BOBO? ayo gunakan otak anda,

jangan letak di lutut..lihatlah..itu contoh terbaru )

3.Contoh Komentar yang tidak bisa melihat perbedaan dunia nyata dan dunia Maya, susah mengontrol emosi:

suhunan Situmorang ( bukan suhunan antibatakislam crew )

10 Desember 2007 at 9:40 pm

..Sungguh, tak perlu kututup-tutupi, batinku benar-benar sakit. Aku tulus memuji Harry Simbolon malah kalian “menggadaikan”

kedua putri kecilku yg tak ada masalah denganmu/kalian. Seingatku, tak ada salahku pada kalian. Kita sama-sama manusia

berdosa, tapi rasanya saya takkan tega saya melakukan perbuatan sebagaimana yg kau/kalian lakukan, apapun alasannya..

Lihat bagaimana kawan ini sudah benar benar tidak bisa membedakan mana “Kejadian Nyata” dan mana “Kejadian Cyber”, sungguh

disayangkan kalau kita tidak bisa membedakan 2 hal itu, itulah kadang dunia internet membawa dampak yang negatif kepada

kejiwaan sesorang yang keasikan di dunia cyber.. nama anonymous di dunia cyber sungguh banyak bertebaran, kita tidak bisa

memastikan siapa mereka, apa mau mereka dan apa tujuan mereka, apakah benar kepribadian orang di dunia cyber sama dengan

dunua nyata? menurut kami, itu sangat relatif, tidak ada kepastiannya…

buat anda bacalah :
http://en.wikipedia.org/wiki/Anonymity
“just relax, please not be insult by personally like BOBO:) “

4. Contoh Komentar yang sudah di bawah kontrol BOBO (menjadi Boneka Boneka Manis BOBO )


Kalau kau menganalisa boneka boneka tolol ku ini prend… kau bisa ambil kesimpulan bahwa mereka ini sudah pantas dimasukan kerumah sakit jiwa, otak otak mereka ini sudah begitu kronis kerusakannya, mereka ini tebelenggu dualisme kehidupan, bonekatololku ini sudah susah membedakan mana realitas mana ilusi, mereka asik terbuai dengan angan angan mereka yang jauh di dunia cyber. Bertolak belakang dari kehidupan nyata mereka, aku yakin prend,,, boneka boneka tololku ini pasti beda di kehidupan nyata, sebab boneka tololku,ini sama seperti aku, yang begitu idealis, narsis, egois, dan MUNAPIK… itulah gambaran asli mereka didunia nyata dalam kehidupan sehari hari! ” berikut ini nama nama yang sudah dipastikan sakit jiwa :


Fendi Sinaga ( emosi labil tidak bisa beretika )

20 November 2007 at 6:24 am

Hajar Si Keong itu Tulang..!!!

Woi Lae RS,..
Kotor kali otakmu LUBANG NI TE..!!
Sirik kali kau monyet..!!!
Jangan kau bangunkan singa yang tidur okey !!

Lapo Tuak :

Anda Singa Tua yang ompong )

Farida Simanjuntak ( Sinkretime Akut, sangat dipengaruhi sama si BOBO )

20 November 2007 at 7:05 am

Kenapa ada aja orang iseng yang mau berbuat hal murahan dan jahat seperti ini ?
Apa dia ga takut karma ?

…Buat mereka yang merasa berhasil “menjatuhkan” Jarar Siahaan, “SELAMAT” Karena kau sedang menuju kehancuranmu. Karena

semua ada balasannya. Sekarang silahkan tertawa sepuasnya tapi ingat, bukan hanya kau seorang di muka bumi ini, kasihan

generasimu yang akan memikul karmamu……..

Lapo Tuak :

Kalau Anda mengaku seorang Kristen, bagaimana bisa anda percaya sama karma? w0w benar benar parah…

JoeS ( Pareman Yang gagal )

20 November 2007 at 7:59 am

Memprihatinkan. Ada saja orang yang suka berpolemik, menciptakan turbulensi, judge orang semena-mena, tidak suka kerukunan,

toleransi, kenyamanan hidup komunitas yang berbeda, ego buta, anggap dirinya paling benar.

Lae Suhunan, kalau ketemu si pembajak itu, jangan serahkan dulu ke polisi. Selesaikan dulu dengan cara tak-beradat, mari kita

seket dan jaljal pidong nai trus dilempar ke pinahan i (tak perlu kuterjemahkan, malu aku!)

Lapo Tuak :

Mata Anda sudah buta ya? mbok baca baca dulu blog kami sebelum berkomentar, kalau mau jadi pareman di terminal lae, bukan di

internet )

Dian Sidauruk ( Bijaksana yang Munapik )

20 November 2007 at 8:12 am

….Perbuatan sianak mendatangkan cemooh dan hujatan bagi orangtuanya. Dalam bahasa Batak: “Na so di ajar amangmu dohot

inangmu do ho? Amang dohot inangmupe ra hurang ajar do ate asa gabe dohot ho hurang ajar?”. Kasihan ayah ibunya, padahal tak

sedikitpun bersalah….

Lapo Tuak :

Anda mencoba untuk bijaksana, tapi anda terjebak pada kemunapikan diri anda sendiri, banyak banyaklah belajar kawan..

Panurat22 ( Manusia bermoral Rendah, paling parah!)

20 November 2007 at 10:49 am

…Iblis=Pengecut. Pengecut cenderung kejahatan. Kenapa saya katakan seperti itu? Yap, karena budak-budak Lucifer (iblis)

selalu mencatut beberapa nama sebagai tameng untuk menjelekkan, menghasut dan menyebarkan kebencian kepada orang lain…

Lapo Tuak :

Cendrung main hakim sendiri, tidak bisa objektif…pembenaran sepihak…ini contoh manusia yang di pengaruhi si bobo paling

parah tertular virus…. sebaiknya anda segeralah periksa diri ke psikiater sebelum gila kronis…

Radja Bakkara ( Pareman GAGAL )

20 November 2007 at 12:19 pm

….

Horas lae,hajar aja dia..lacak IP nya,nag susah itu lae.
kalo aku itu udah ku bantai dia,coba aja ku kenal dia itu …keparat tuh orang..marga simbolon ya? wah…tulang kok kayak gitu?

memang orang yang banci yang beraninya cuma di blog ,menghujat sana sini.terlalu..belom pernah di bantai sama anak SIANTAR

ya?..

Lapo Tuak :

Anda mau jadi Pareman ya? nunga gagal ho di parluasan? molo hibuto hamu ise hami… dipastikan mundur teratur kau kawan…
udah lihat bokep aja kau lae di internet ini…. hehehehehehe

Marudut p-1000 ( Humanis yang anti AGAMA )

…M E N J I J I K K A N….kata itulah yang terlintas dipikiranku membaca jawaban somasi tersebut. Apakah MORALITAS sudah

pergi dari dunia ini? Untuk para maniak agama dan anti kemanusiaan jawabannya pasti “Ya” ,tapi “Tidak” untuk sebagian besar

orang yang cinta perdamaian dan persaudaraan yang tulus…

Lapo Tuak :

“Maniak agama” dipastikan kau mengenal istilah ini setelah berguru kepada si munapik BOBO siahaan itu kan?

Iwan Nafry ( Toleran yang belum kena SYariat ISLAM )

20 November 2007 at 12:33 pm

Ha…. Inilah akibat dari sempitnya pemikiran beragama, meskipun pikirannya bias dari apa yang pernah dia alami…
maupun dia dengar dari orang lain. Namun sebagai gambaran buat saudara semua, ada pengalaman yang sangat berharga saya

rasakan sejak 2 tahun lalu saya hinggap di Kota Serambi Mekkah (NAD) tepatnya Banda Aceh dan Meulaboh…

Lapo Tuak :

Kalau anda tinggal di NAD, sabar aja lae, ntar juga dapat giliran di Cambuk di depan Umum )

Desy Hutabarat ( GAGAL mencari JODOH )

20 November 2007 at 2:59 pm

…Aku udah baca blog berita gadungan itu, dan pada saat aku udah baca bahkan berulang2, aku makin yakin bahwa perbendaharaan

kata2 orang itu, melulu picik dan kejahatan.Gimana mungkin dia punya segudang stok kebencian dan kebusukan dalam

dirinya?Bukan kah itu nanti pelan2 akan menggerogoti keseimbangan jiwa dan raganya?kasihan sekali dia ini…..

Lapo Tuak :

Gimana ? diantara kami masih ada yang kosong, mau kenalan ga? daripada dapat orang orang tak berkualitas di BLOG si BOBO..


Harry Simbolon ( Narsis Akut / Sinkretisme akut )

26 November 2007 at 10:06 am

..Banyak pihak (bukan hanya si anti***islam tapi juga neeter lainnya yang berseberangan melakukannya) yang sengaja berperang

di dunia maya. padahal sebenarnya mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat…

Lapo Tuak :

Contoh boneka yang narsis habis, idealisme konyol, sinkretisme akut dan cendrung pembenaran diri, kawan ini hampir mendekati

tahap zombie si bobo ..

muh andre raberta (pengikut Nabi Pedopilia, Penyebar Virus )

8 Desember 2007 at 5:33 pm

…bang, jika harga diri sudah di serang, kurasa tak perlu kasihan lagi bang, hajarlah bang.., kalau abang bilang abang bisa

dan mampu melakukannya, apa yang bisa kubantu, jika ku mampu aku juga mau terlibat bang, abang bukan kalah, mungkin abang

ingat aku pernah dikeluarkan dari kampus, abang lah pemenang sebenarnya yang terkalahkan keadaan, begitu juga bang suhunan,

kalau dibiarkan meraja lela kali taik2 itu bang, geram pun aku jadinya….

Lapo Tuak :

Wajar teman se ukkuwah, sesama Muslim harus bersatu )


Tonggo Simangunsong ( Junior penerus Virus si BOBO )

8 Desember 2007 at 7:33 pm

@Bang Jarar

Untuk sebuah kebenaran memang selalu ada setan yang mencoba menghalangi. Dan memang setan itu selalu ada. Bagaimana agar bisa

menang dari setan, kita harus tahu juga bahwa setan itu keras kepala. Ia licik bukan pintar. Ia sangat lihai memprovokasi.

Ah, namanya juga setan. Awas, jangan-jangan setan itu sedang di samping abang..

Lapo Tuak :

Manusia yang tidak bisa Netral, cendrung pembenaran diri dan tidak objektif, tapi katanya calon wartawan potensial..
tapi sudah kelihatan cara cara si bobo, kau terapkan,… kalau jadi wartawan gak usah malu malu nerima amplop orang…gak hidup nanti rumah tanggamu…. ok lae…


olanto ( Opung Gaul yang sikretis )

9 Desember 2007 at 5:34 pm

..Kelak saat hari penghakiman di akhir zaman, tidak ada ceritanya “pake beking” atau “mendapat rekomendasi” (saksi yang

meringankan) saat penghakiman itu…

..Saya yakin bukan sampai disitu level anda, paling-paling hanya untuk usus yang sejengkal ini, agar fulus masuk ke kocek

anda..

Lapo Tuak :

Horas Oppung,,,, ) nasehat oppung enak di awal , tapi basi di akhir cerita….

benbego ( Gak mengerti permasalahan )

20 November 2007 at 3:18 pm

..Tak disangka, dia nekat juga. Itu orang sama sekali tidak punya hati. Yang ada dipikirannya hanya menabur benih kebencian,

fitnah, provokasi. tak perlu kalian ladeni, percuma. yg jelas memuakkan!…

Lapo Tuak :

Dipastikan komentator pengikut Nabi Pedopilia muhammad…. calon calon teroris masa depan

el-ajah ( Gak mengerti permasalahan )

20 November 2007 at 3:33 pm

..gw sdh pernah liat blog si antibatak islam, tp yah sekedar lewat ajah, krn postingannya ga mutu, sibuk membahas kejelekan

agama islam melulu, emang gw sendiri menduga dia membajak, dia termasuk blogger yg ga’ tgjawab, logo blognya aja menjiplak

logo blog berita bg jarar yg sebelum yg di atas ini (logo dg warna dasar merah, dg tulisan font huruf kecil), logonya persis

100% sama, jadi ga mungkin kebetulan, darisitu aja dah keliatan dia pembajak,gw dukung bg suhunann dan bg jarar, maju terus

membela kebenaran & pluralisme beragama…..

Lapo Tuak :

Dipastikan komentator pengikut Nabi Pedopilia muhammad…. calon calon teroris masa depan

ANTON SARAGIH ( Tolol yang merasa Pintar )

20 November 2007 at 4:08 pm

..yg mengaku pengikut Tuhan,,tpi mencoba membuat onar karena “tuhannya”.
berbahagialah si TOLOL ,,si BEGO,,si ANU yg jarang kebaktian di GEREJA,yg jarang sholat di MASJID,,yg jarang sembahyang ke

WIHARA, atau yg tak memberi sesajen dan kembang tujuh rupa kepada leluhurnya,TETAPI TIDAK MENGUSIK,MEMFITNAH,MENYAKITI ORANG

LAIN.
Betapa indah nantinya blog ini bila kita jadikan sbg sarana untuk si INTELEK mendidik si BEGO,,sarana untuk MALAIKAT

mengingatkan si SETAN …

Lapo Tuak :

Baru datang sudah memaki maki…. mbok… anda cross check dulu toh lae…. anda Bego tapi ingin diakui Pintar!

Opan ( Gak mengerti permasalahan )

20 November 2007 at 4:09 pm

..
Gampang Bang Suhunan, kasih saja identitasnya sm orang-orang FPI atau Laskar Jihad, supaya kapok dia menghina Islam. Dasar

fundamentalis nggak pake otak!!! Maunya bikin rusuh antar ummat!!!! (Sama aja dengan FPI, jadi blogger RS ini cocok nya

dihadapin sm FPI)…

Lapo Tuak :

Dipastikan komentator pengikut Nabi Pedopilia muhammad…. calon calon teroris masa depan

Peterson Pangaribuan ( Gak mengerti permasalahan dan TOLOL)

20 November 2007 at 4:19 pm

..Anda juga begitu tolol dan naif dengan komentarmu terhadap somasi suhunan situmorang, bahasamupun sangat dangkal,

kampungan, tidak cerdas. Nalar yang dangkal seperti yang anda pertontonkan ini kok berani-beraninya membuat blog yang isinya

kontroversial, boleh saja anda merasa punya hak membuat blog seperti apapun kontroversialnya, tetapi anda sama sekali tidak

punya hak menghakimi suatu agama apapun dan juga tidak punya hak seperti apapun membawa-bawa kesukuan batak untuk hal-hal

yang berbahaya..

Lapo Tuak :

Baru datang sudah nasehatin orang aja, …. mbok… anda cross check dulu toh lae…. anda Bego tapi ingin diakui Pintar!

sahat, m.ngln ( Pion si BOBO paling parah ditulari/ Sinkretisme AKUT)

20 November 2007 at 5:54 pm

Akkhhh..kok jadi gak sehat belakangan ini kuliat, dari pembajakan nama lae Jarar, komen aneh di blog appara toga, sekarang

mencatut nama lae Suhunan. Maunya apa sih? Aneh!!.

Hosom, teal, elat, dan late!!.
Biang kerok, oalaaaahh tahe. kalau cuman buat blog menghujat, anak SMP pun bisanya. On ma na pailahon diritta sandiri,

pailahon halakhita.

Dos do nakokna, molo nisuan naso denggan jaloon do naso…Jadi malu juga aku ngaku2 aktifis pembela agama bah. Btw, itu hanya

cerita dulu lae, sekarang tak mau lagi aku begadang ngulik2 ayat-ayat, udah bosan…

…Mungkin lae pernah dengar Karen Armstrong, seorang sarjana barat yg meneliti mengenai Islam, dia berpendapat dalam bukunya

‘the Battle for God’, perang atas nama agama bukan hanya dilakukan kaum muslim saja, tetapi terjadi pada semua agama. kaum

Fundamentalis Yahudi, Nasrani, Hindu, Budha dan Islam, melakukan perlawanan terhadap dunia yang dianggap tidak taat dan

anti-Tuhan. lae bisa googling organisasi agama yg radikal non muslim…

Lapo Tuak :
Ngakunya sudah “tobat”, arah pertobatan nya kawan ini menuju kultus si BOBO yang anti “maniak agama” “munapik” “narsis”
kawan ini salah satu pion si bobo yang sudah tahap kronis di tulari!, biar kau tau aja.. cuma “ISLAM ” yang mengajarkan
membunuh orang kafir untuk membela tuhannya….makanya kami ragu, kalau kau mengaku kristen, kau campur adukan aja..pemahaman
kristen dan ISLAM dengan buku si Suster Katolik yang GAGAL itu (Karen Amrstrong).

Kristen = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA
Budha = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA
Hindu = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA
Kejawen = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA
Atheis = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA

ISLAM = Mengajarkan/diwajibkan Membunuh orang lain demi AGAMA dan tuhannya,
nah… mulai sekarang banyak 2lah belajar, jangan mau kau ditulari Virus si BOBO itu, baca ALKITAB dengan Benar…!!


Passya.net ( Pengikut Nabi Pedopilia, senasib dengan BOBO, salah satu penyebar Virus )
20 November 2007 at 8:42 pm

..
ada juga ya orang batak kayak gitu *pura2 bego*
pake nick yg provokatif gitu lagi….
gak usah diladenin lah lae…. balga uluon annon bao i… apalagi sampe se-level amang suhunan… gak usah dianggap amang… makin

mengkek dia… :D…

Lapo Tuak :

Makan aja daging babi itu, biar kau pintar , gak jadi bodoh seperti ajaran Si nabi pedopilia itu, kuharap kau jangan sebarkan
virus terorisme mu itu ke orang orang batak, cukup kau dan keluarga mu aja yang nungging 5x sehari ke Mekah!

Marudut R. Napitupulu dan Jekson Sinaga ( Pareman Tampang idiot )
5 Desember 2007 at 7:29 pm

Lapo Tuak :

ini dia jagoan si bobo, manusia ini susah membedakan mana dunia real mana dunia Maya…. gaya aksi preman dengan ancaman ala
Militer dan Polisi


jeha hutasuhut ( Narsis Kepintaran )

21 November 2007 at 7:47 am

Aku lihat kok soor kali dia kasih komen, berusaha membantah somasi.
Maksudnya adalah, dapat diindikasikan bahwa apa yang dia targetkan/inginkan hampir tercapai, ketika kita meresponnya.. hehe..

agak pintar tapi tak cerdas..

Lapo Tuak :

Ngaku pintar ya? ya silahkan aja ngaku ke BLOG si bobo itu…

Charlie M. Sianipar ( Kahlil Gibran yang GAGAL)

21 November 2007 at 8:41 am

@ Pembajak
Malang benar nasib kamu hidup dibumi ini, membajak nama orang lain
Menabur badai, menabur duri yang nantinya akan kamu tuai sendiri …
Hidupmu diisi dengan kebencian, kedengkian
Kasihan …

Lapo Tuak :

Penyair nih ceritanya? udah lama ingin jadi penyair?

marwin saragih ( Bijaksana yang Munapik )

22 November 2007 at 1:35 pm

Aku mengikuti kasus ini dengan serius dan merasakan ada masalah kejiwaan yang serius pada orang yang menggunakan initial

“antibatakislam” ini. Kalau benar dia orang batak dan bermarga *** lagi , aduh sangat disayangkan. Aku yakin orang tuanya

sendiripun akan mengutuknya kalau tau apa yang dia lakukan di blog lae Jarar Siahaan ini. Rasanya mubazir dia disekolahkan

tinggi-tinggi kalau bisanya cuman jadi plagiat didunia maya ini…

Lapo Tuak :

Yang harus diperiksa itu kalian kalian inilah…. sudah ditulari virus sama si BOBO, emang dasar apa kau bilang plagiat?

kalau mau koment yang cerdas gitu loh… berikan bukti buktimu… jgn asal ngocor aja itu mulut…benar benar sudah tertular

kau ini!

agaperos ( Maniak AGAMA versi BOBO )

22 November 2007 at 7:52 pm

…Aku juga mendapat coment dari antibatakislam ini di blogku. Tapi isinya hanya icon smile doang. Trus aku coba masuk ke

blognya kok gak bisa bisa ya?. Tolong ya antibatakislam ijinkan aku masuk ke blog mu agar aku tahu misi dan visi apa dalam

hidupmu?. Darimana dan mengapa kau begitu optimis “MELAKUKAN” ini?.
Aku, agaperos (AGAVE & EROS) siap sharing denganmu…

Lapo Tuak :

Manusia yg menasehati bulat bulat telan isi ALKITAB, ” Semua itu harus Terjadi ” ) cinta dan kasih mu “Palsu!”

tobadreams ( BLOGGER EGOIS dan NARSIS )

23 November 2007 at 12:13 am

@Forum

..Kehadiran pemberi komen dengan nick tobadream –tanpa s — di atas adalah bagian dari topik yang sedang kita bahas. Aku yakin

Lae Jarar, Suhunan Situmorang dan semua pengunjung blog ini akan dengan mudah menemukan adanya usaha penyesatan, yang

dilakukan dengan cara murahan…

Lapo Tuak :

Hanya memikirkan BLOG nya yg palsu itu, tidak memberi solusi atau membicarakan substansi permasalahan, sibuk aja dengan

urusan nama pake “s” dan tidak pakai “s”

srikandini ( Cewek Tolol dan EMOSIONAL, sudah jadi zombie si BOBO )

23 November 2007 at 11:20 am

…Hati-hatilah kalian semua pret, SI JARAR ini cuma ingin memamfaatkan kalian utk ajang populis bagi dia <<<< hei bung! kalo

pun benar ito ku si JARAR ini mo manfaatin kami kami… lhaaa kok sampeyan yg reseh..???? kita2 ini ngk keberatan kok di

manfaatin…
..dari dulu aku selalu heran liat orang2 yg adu ngotot saling buka dan cari kelemahan agama lain seakan akan kalo dia bisa

meng KO kan argumen penganut agma yg sedang di kritiknya …dia langsung dapat one wat ticket to heaven … bah bah bah

!!!!!!!!!!

…mereka tersesat karena salah manafsirkan ajaran AL QUR AN dan HADIST, mereka membahas ajaran ISLAM dalam arti yg picik.
kalo ajaran ISLAM itu seperti yg mereka pahami, lalu kenapa tidak semua kaum muslim seperti mereka???

apa anda pikir tokoh islam hanya abu bakar baasir? ada banyak bung! yg lebih memahami ISLAM dalam arti yg lebih luas lebih

kaffah!!!!

Lapo Tuak :

inilah contoh yang sudah 100% tertular virus si bobo, sudah jadi zombie….baca aja komentar nya … ihhhh mau maunya )
ntar kau masuk ke surga sama si BOBO itu, tapi ingat kau dipastikan salah satu 72 wanita siap ditiduri yang ada di “surga ” islam!, tiada lain yang kau kerjakan selain di tiduri bergilir di “SURGA” islam tsb….

andi ( Pengikut Nabi Pedopilia )

23 November 2007 at 1:32 pm

…QS An Nahl, 16:125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka

dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan

Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk…

Lapo Tuak :

BOBO ngaku BLOG nya tidak BLOG “AGAMA”, nyatanya ayat ayat SETAN lolos masuk…. munapik!!!!!!!

Mihael “D.B.” Ellinsworth ( Cheerleaders BLOG, Pelipur lara si BOBO )

23 November 2007 at 5:29 pm
..Netter macam itu tak lebih daripada psikopat agama. Mau dibilang rendah silahkan. Mau dibilang binatang juga silahkan…

Lapo Tuak :

KOmentar yang tidak beretika dan tidak cerdas…..

Reza ( Pengikut Nabi Pedopilia )

23 November 2007 at 8:50 pm

Apapun dalil dan fakta yg diajukan untuk memperkuat argumen Lae, itu sah-sah saja. Tapi, mari kita lebih dewasa untuk tidak

memperlihatkan kebencian kepada suatu agama secara emosional dan berlebihan.

Lapo Tuak :

Silahkan katakan itu kepada amrozi CS, Nurdin M top, dn teroris lainnya…..

blogkeimanan ( ISLAM KAFIR, LAKNATULLOH! )

24 November 2007 at 12:56 am

Kristen itu baik…
Hindhu itu baik…
Budha itu baik….
Islam itu baik….
Gak percaya sama Tuhan juga boleh-boleh saja….
Semua baik….

Lapo Tuak :

Kristen = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA
Budha = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA
Hindu = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA
Kejawen = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA
Atheis = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA

ISLAM = Mengajarkan/diwajibkan Membunuh orang lain demi AGAMA dan tuhannya,

donydw ( ISLAM KAFIR, LAKNATULLOH! )

24 November 2007 at 6:24 am

Terima kasih utk pemilik blog ini yang sudah menyuarakan perdamaian.

…Kalau dulu orang yang bisa menyerang agama orang lain baik dengan ide maupun fisik dianggap sebagai pahlawan, sekarang

sepertinya kebanyakan orang sudah berubah cara berpikirnya. Orang-orang sudah muak dengan pertentangan agama yang hanya

menghasilkan kehancuran. Saya yakin hanya segelintir orang islam yang menganggap Imam Samudra cs sebagai pahlawan. Sebagian

besar lainnya menganggap tidak lebih sebagai kriminal…

Lapo Tuak :

silahkan ke http://www.swaramuslim.net, http://www.arrahman.com <– ini situs pencari bakat teroris…BOM bunuh diri, buka mata bung

Sharipuddin ( Pengikut Nabi Pedopilia )

24 November 2007 at 9:38 am

Muslim yang terasa aman-aman saja BACA ini:
Surah Al Baqarah ayat 120.
Pembuat blog ini juga punya strategi, yang anda termakan dengan komen-komennya dan maaf ada antaranya telah rosak akidah ke

atas Islam kerana mempersetujui apa yang mereka perkatakan.

Lapo Tuak :

BOBO ngaku BLOG nya tidak BLOG “AGAMA”, nyatanya ayat ayat SETAN lolos masuk…. munapik!!!!!!!


itha girsang ( Pengikut nabi pedopilia, Senasib sama si BOBO)

26 November 2007 at 3:08 pm

halahhh hari gini masih membenarkan agama Kristen..sebenarnya kita enggak perlulah membandingkan agama agama yang ada di

Dunia ini…

Lapo Tuak :

Kristen tidak butuh pembunuh sadis seperti amrozi cs, osama bin laden… jadi jgn kau sebarkan virus terorisme mu itu…

krisna ( Pengikut nabi pedopilia, Senasib sama si BOBO)

26 November 2007 at 5:39 pm

Bang Jarar…

Bener juga lho, kalau semua orang di dunia ini jadi muslim, dunia hancur… Siapa dong yang akan merawat Vatican, Borobudur,

Angkor Wat, Tembok Ratapan dll…

Juga: Kalau semua orang di dunia ini jadi Kristen, dunia pun akan hancur. Siapa pula yang akan merawat Mekkah, Medinah, Kubah

Batu Yerusalem, Kuil-kuil, Sinagoga, dll….

Lapo Tuak :

Kristen = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA
Budha = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA
Hindu = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA
Kejawen = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA
Atheis = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA

ISLAM = Mengajarkan/diwajibkan Membunuh orang lain demi AGAMA dan tuhannya,

Nina ( Pengikut nabi pedopilia, Senasib sama si BOBO),
Ningky ( Pengikut nabi pedopilia, Senasib sama si BOBO),

27 November 2007 at 2:14 pm

26 November 2007 at 10:45 pm

What’s up abang Lambok ini?

Benci kali abang sama Islam. Aduh banyak hal yang abang nggak tahu. Aku penganut Islam dan aku nggak sedang membela agamaku

di depanmu. Karena orang seperti abang sudah memiliki persepsi sendiri. Tapi picik kalilah kurasa abang ini menilai Islam

dari suatu kejadian dan suatu oknum yang melakukan tindakan teroris. Ku pikir setelah begitu banyak tulisan di blog ini

tentang toleransi, abang bisa memahami perbedaan..

Lapo Tuak :

pahami baik baik :

Kristen = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA
Budha = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA
Hindu = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA
Kejawen = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA
Atheis = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA

ISLAM = Mengajarkan/diwajibkan Membunuh orang lain demi AGAMA dan tuhannya, itu lah kenapa islam disebut ajaran dari SETAN

grifone ( Pengikut nabi pedopilia, Senasib sama si BOBO),

28 November 2007 at 12:16 am

..tidak bisa menyalahkan agama. tidak ada satupun kitab suci yang menyarankan bunuh-bunuhan.. ..

tujuan saya nulis ini untuk mengomentari saudara lambok sianturi, yang dengan pede-nya seakan-akan dia adalah orang paling

suci dan paling kuasa di seluruh jagat.
dia menganggap bahwa dia yang paling pintar dan benar….
dia menganggap bahwa dia yang paling cerdas akal pikirannya…

Lapo Tuak :

pahami baik baik :

Kristen = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA
Budha = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA
Hindu = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA
Kejawen = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA
Atheis = Tidak mengajarkan Membunuh orang lain demi AGAMA

ISLAM = Mengajarkan/diwajibkan Membunuh orang lain demi AGAMA dan tuhannya, itu lah kenapa islam disebut ajaran dari SETAN

–silencer– ( Penjilat pantat si BOBO )

10 Desember 2007 at 7:01 pm

clue :
tangan sampai pegal mau mengomentari website bangsat itu, tapi commentnya di moderasi.. bagaimana mau melawan ?

solusi :
Misal “blog bangsat” : lap***
maka lae buatkanlah “blog counter” baru : lap***1 atau lap***s

Lapo Tuak :

Kalau mau menjilat mending pantat kami aja… banyak keuntungannya dari pada pantat si bobo, kau bisa jadi zombie nanti

–end——

“BUAT BOBO, SEGERALAH BERTOBAT, JANGAN KAU ULANGI LAGI KESALAHAN MU 7 TAHUN LALU, CARILAH TUHAN YANG BENAR BENAR TUHAN! JANGAN PERNAH KAU MENYEMBAH TUHAN YANG ADA DI DALAM KOTAK KA`BAH ITULAGI …SETAN KABAH ITULAH YANG MEMBELENGGUMU SELAMA INI”

cREWS :

( Batak anti teroris ISLAM, No teroris for Batak!)

– ANTIBATAKISLAM
– LAPOTUAK
– TOBADREAM
– BATAK2ISRAEL

– NAIMALVINAS
– FAITHFREEDOM INDONESIA

Kontribusi lain ( Masalah Uang!, belum bisa dipastikan siapa yang meras siapa, antara Blog berita/bataknews dengan nama dibawah ini)

– BATAKNEWS
– BATAKPOST
– GOBATAK

Presepsi Idealisme dari Seorang BOBO (Wartawan Pemeras )

Posted December 10, 2007 by
Categories:
Kebohongan, bukti, culas

Oleh : bataknews.com

http://www.bataknews.com/2007/12/09/presepsi-idealisme-dari-seorang-bobo/

Apa yg terkesan idealis, dari sebuah blog yang kebanyakan iklan dan unek-unek. Apa yg terkesan idealis, saat kepribadian orang lain, kepribadian dengan ciri agama, kepribadian yg menyentuh sanubari yg paling dalam, keintiman seorang manusia kepada Tuhannya harus di ubek-ubek utk meraih sebuah popularitas dan hits.

Itukah yg anda sebut sebagai idealis?

Apa yg anda bangun dari sebuah konteks agama? Sementara agama itu tetap dan tidak akan pernah bisa di ubah, akibat dari kitab yg di pegang sebagai pedoman. Lantas bagaimana anda bisa mengatakan kalau tidak semua isi dari kitab itu bisa di terima, dan jangan terlalu terdoktrin dengan ajaran agamamu sementara anda memeluk sebuah agama. Itukah yg di sebut dengan idealis? Idealisme yg bagaimana anda sebut sebagai idealisme pada blog anda BOBO ?

Seberapa idealiskah anda saat anda memutuskan untuk mengatakan agama ini dan agama itu salah. Perubahan apa yg anda timbulkan dengan konsepsi yg anda jalankan? Percayalah kawan, kami tidak akan berubah, justru kami akan menjadi panas dan sakit hati, saat anda mengubek-ngubek kepercayaan seseorang. Anda sudah terlalu membuat kami marah. Membawa nama batak anda mencoba untuk menyebarkan paham-paham agama yg anda katakan itu benar. TOLONG, jangan bawa nama kami sebagai bangsa batak, bawalah nama BOBO, agar setiap kesalahan yg anda ucapkan dan tuliskan melalui setiap ketikan di keyboard anda tidak di limpahkan kepada kami yg secara adat termasuk juga dalam lingkupan saudara-saudaramu.

Kami tidak menilai ada sebuah agama yg salah, tapi justru kami akan menjadi salah saat kami mengubek-ubek agama tersebut. Walaupun kau mengatakan dirimu humanis dan idealis, tapi perilakumu tidak ada yang idealis dan humanis. Jika kau humanis, maka cintailah sesamamu, bahkan musuh-musuhmu. Bukan hanya karena kau di sebut kafir atau domba tersesat maka kau di sebut humanis. Sungguh pendek pikiran kau kawan. Di beberapa artikel kau terkesan menyerang manusia lain, kau menjelek-jelekkan orang bahkan kau memfitnah orang lain, tapi kau pintar pren, kau tidak sebut namanya siapa, tapi dari plesetan-plesetan artikelmu kau jatuhkan orang lain, maka jangan salahkan kami jika kami pun berbuat seperti itu padamu. Dan kami juga tidak menyebut nama kau langsung atau memampangkan fotomu langsung di media kami ini, karena kami mengikuti jejakmu, cuma masalahnya udah terlalu banyak manusia yg kau kidalin, sehingga begitu kau di serang dari kiri, dari kanan pun masuk serangan itu. Dan itulah yg kau dapatkan dari perilakumu yg kau bilang idealis itu.

Kesuksesanmu cuma satu pren, kau berhasil mengadu domba kami. Sebenarnya yg menusuk dari belakang itu adalah kau. Kau yg paling keji menusuk dari belakang. Komentar-komentar yg menyerang kontributormu sengaja kau tampilkan di blogmu, agar terjadi adu domba di blog kau itu, dan tentunya kau akan tampil sebagai pembela kontributor kau itu. Tapi kalau komentar yg menyerang kau masih dalam komposisi yg membuat kau tampil seperti orang yg terdesak dan terjepit, itu juga pasti kau tampilkan, karena akan menaikkan rating kau sebagai orang yg di zolimin.

Hehehehe…. Tapi itulah pren, sepintar apapun kau menyembunyikannya, bangke itu tetap akan tercium juga. Kau yg menyulut semua ini terjadi, kau yg membuatnya menjadi begini, kami asyik-asyik tidur di dalam goa, kau usik pulak. Kami tidak peduli dengan isi artikelmu, tapi kau usik kami, kau sakiti kami, kau tusuk kami sewaktu tidur, kau permalukan kami, itukah yg kau sebut sebagai humanis dan idealis?

Hohoho…. Kau hanya kutu kupret, pamangus, spekulan, provokator. Idelisme mu cuma menyangkut-nyangkut pada pelecehan agama dan penghinaan terhadap orang lain. Dan itu tidak kami sebut sebagai idealisme. Kami hanya menganggap kau sebagai orang yg sok jago.

Jika kau memang idealis, seharusnya dari awal kau bisa memberikan kondisi yg real tentang kemiskinan, korupsi dan keadaan lingkungan di tobasa sana, karena memang kau jelas-jelas membawa nama batak pada blog kau itu, tapi justru apa yg kami terima.

Hal-hal yg kami terima dari blog idealis yang kau bilang itu:

1. Penyebaran agama terselubung.
Kau tidak beragama islam atau kristen, tapi kau mencoba menciptakan agama baru yg menurutmu lebih humanisme. Dan tentunya yg manjadi nabinya nanti adalah kau. Sama seperti ajaran-ajaran baru yg sudah banyak bermunculan di jawa sana.

2. Keadaan keluargamu.
Itulah yg sering kau munculkan di blog kau ini. Kami tidak butuh informasi yg berlebih-lebihan terhadap keadaanmu dan keluarga. Kasihan sekali anakmu harus menjadi komoditi dalam blog kau itu. Tapi percayalah pren, kami tidak sejahat yg kau kira, kami masih menghormati istrimu, anakmu dan semua keluargamu, tapi jangan harap kami untuk menghormatimu, karena kaulah yg sangat bersalah dalam keadaanmu yg sekarang ini. Perubahan yg kau ciptakan hanya semu, kau hanya terkesan untuk mengambil sumbangan dari para netter yg kasihan melihat kau. Itu sama dengan kau yang mengadahkan tangan di simpang-simpang jalan sambil mengikat kaki agar seperti buntung dan pincang.

3. Pembohongan PUBLIC
Sudah terlalu banyak artikel dan perkataanmu tentang sifat dan sikapmu yg tidak sesuai dengan perilakumu. Contoh nyata, “Tapi, seperti prinsipku sejak awal, aku ngeblog bukan semata-mata untuk mengejar hits, tapi yang paling utama adalah untuk kepuasan batinku sebagai penulis – disadur dari blog kau”, so untuk apa iklan itu kau buat jika kau tidak peduli dengan hits. Bukankah secara umum kita mengetahui kalau iklan dan pemasang iklan sangat bergantung kepada hits ? Ke depannya kau bisa berkata begini nanti: “Untuk mendukung kemajuan blog ini, sumbangan dan pemasangan iklan dari anda sangat di butuhkan”. KARENA ITU PREN, GAG USAH KAU MUNAFIK DENGAN KATA-KATA KAU ITU. JANGAN KAU BOHONGI KAMI DENGAN UNEK-UNEK MU YG BANYAK ITU. DASAR ULAR.

4. Mengadu domba
Kau telah berhasil mengadu domba orang-orang di blog kau itu. Bahkan kau pun telah berhasil mempermalukan kawanmu yg seharusnya bisa di hormati namun menanggung malu yg sangat mendalam karena terpicu amarah terhadap salah satu komentar di blog orang lain. Harusnya orang yg idealis bisa lebih cuek terhadap persoalan ini, karena memang kau dan temanmu itu bukan seperti itu. Tapi kau membuatnya menjadi di pandang seperti orang tolol, yg terpicu dalam paham non profesionalis.

JADI itulah pren, idealisme yg terbentuk pada blog kau ini. Kami bukan menolak orang yg baik atau yg idealis muncul di dunia ini, kami bahkan sangat senang menerima orang-orang tersebut, tapi masalahnya hanya kau yg mengatakan kau idealis. Bagi kami perilaku kotormu lebih pada seorang PROVOKATOR dan SPEKULAN. Kau bukan orang yg idealis, kau cuma penghasut bagi kami. Kami bukan memfitnah kau, tapi itulah presepsi yg kami terima dari kau yang menganggap dirimu seorang idealis. Untuk itu, saran kami sebagai saudara suku yg baik, “BERTOBATLAH KAU PREN, DAN MINTA MAAFLAH KEPADA PUBLIC ATAS PERILAKU KOTORMU ITU, AGAR KAU BISA MEMPERBAIKI DIRI MENJADI LEBIH BAIK KE DEPAN. MULAILAH DARI SEKARANG DAN JANGAN TUNGGU SAMPAI ANAKMU PUN NANTI MENJADI SAMA SEPERTI DIRIMU.

ULOK SABA

Posted December 9, 2007 by
Categories:
bukti, keculasan

Oleh : Batakpos.com

http://www.batakpos.com/2007/11/13/ulok-saba/

http://www.batakpos.com/wp-content/uploads/2007/11/09.jpg

Siapa yang ngak kenal “ULOK SABA”?!

Aneh kahn, seseorang penulis Blog (blogger) berusaha mencela web lain yang menceritakan bahwa konten yang mereka buat adalah caplokan belaka tanpa berdosa.

HAHAHHAHAAAA….. saya sempat tertawa sampai sakit perut.

Cobalah kita simak dalam-dalam semua tulisan yang di buat dalam konten BATAK, dengan sejumlah berita yang ngak jelas?!

Dan dengan bangganya dirinya udah merasa paling hebat sembari memampang foto diri, yang sepintas terlihat layaknya “SIGINJANG ROHA”. Tapi mungkin itulah bawaan orang-orang batak yang sudah merasa benar dibidangnya. Kalo pengamatan saya, namanya kerjasama itu tetap harus saling menguntungkan walaupun tidak berupa sejumlah materi tapi paling tidak kita menudukung, dan sebaliknya juga dukungan datang kepada kita.

Entah mengapa si Blogger Batak yang satu ini menulis hal yang sangat memalukan. Dan sangat disayangkan, padahal blogger batak yang satu ini punya talenta yang cukup bagus di dunia “writer”. Dimana salah satu tulisan si blogger Batak yang satu ini malah menyerang teman sesama BATAK. Sungguh memalukan, Bukan?!

Bukankah sebaiknya sesama orang batak itu saling mendukung demi kemajuan suku BATAK?! memang Anehlah si blogger batak yang satu ini dan teman-temannya.

Jika teman2 menyempatkan membaca artikel si blogger batak itu pasti anda merasa salut bahkan, mesti baca tulisan dia dulu begitu kita nyampe di kantor atau sebagainyalah.

Coba kita simak:
1. Situs yang di atas namakan si blogger batak ini adalah situs berita BATAK, coba simak isi artikelnya, CURHAT, AGAMA, PERTIKAIAN. Bukankah seharusnya kontennya seharusnya mencapai 80% mengenai batak? hahahhahaaa…..anehkan.

2. Si blogger batak yang satu ini banyak yang mengandung makna yang dalam, coba simak kutipan berikut ini: “Aku tidak tergila-gila menjadi selebriti blog! Persetan dengan hits tinggi! Aku cuma ingin menulis. Aku menulis bukan karena ribuan orang berkunjung ke sini. Aku menulis karena memang aku cinta menulis — pekerjaan nikmat yang telah kujalani selama 12 tahun. Jadi, dengan atau tanpa hits tinggi, aku akan tetap menulis. Kalo saya artikan isi dari kutipan ini, terkesan sombong dan tinggi hati.

3. Tak lupa kuucapkan terima kasih kepada sekitar 1.500 orang pembaca yang setiap hari — kecuali Sabtu dan Minggu, dalam dua pekan terakhir — mengunjungi blog berita dan feature ini. Terima kasih kalian telah mau “kutipu” dengan tulisan ecek-ecek dan tak bermutu. Samalah artinya dia telah berhasil manguloki pembacanya.

4. Lihat, si blooger ini sempat memaparkan seperti ini: dengan jujur kukatakan tidak memberi keuntungan materi bagiku, melainkan hanya kepuasan batin karena diperhatikan.
tapi lihat buntutnya si blogger batak yang satu ini juga bilang : D-O-N-A-S-I
Bantuan anda demi kelangsungan blog berita independen ini sangat kami perlukan. Salurkan donasi anda ke rekening Bank Mandiri 113-000-xxxx-xxx atas nama xxxxxxxxxxxxxxxxxxx.
MUNAFIK kahn?!

PRIHATINLAH TANAH KELAHIRAN!!
BERSATU BERSAMA MEMBANGUN!!!

Penulis: amana ni JEGEZ

Kenapa Nai malvinas Beralih Profesi dari Wartawan ke Pelawak?

Posted December 7, 2007 by
Categories:
Kebohongan, bukti, humor

Kenapa Nai malvinas Beralih Profesi dari Wartawan ke Pelawak?

Ini sejarah lengkapanya yang di kirim ke meja redaksi Lapo Tuak )

From: naimalvinas.wordpress.com
Date: Wed, 28 Mar 2007 16:52:32 +0700
To: lapoTuak.wordpress.com

Subject: dengarlah perih di batinku  amani loppas

amani loppas
suratku ini mungkin akan menyita waktu dan pikiran abang. tapi aku tahu
abang itu tipe wartawan yang seperti apa; tulisan-tulisan abang yang kubaca
selama ini tidak bisa berbohong.

aku Nai malvinas. aku punya satu istri dan tiga anak [walau satu sudah
meninggal “karena” idealisme anti-amplopku(terakhir aku emang mata duitan), tapi dia tetap kuhitung sebagai
anakku]. terakhir aku wartawan harian global terbitan medan untuk wilayah
balige, kabupaten tobasa, sumut.

sudah 12 tahun aku wartawan, dan tiga tahun di antaranya “kupakai” untuk
menyengsarakan anak-istriku karena aku memikirkan idelisku, narsis, dan egois
.
aku pernah redaktur di grup jawa pos di medan,
2001, dan aku mundur karena istriku menuntut cerai [ia tak sanggup lagi
harus meminta beras dari mertuanya].
selama jadi redaktur, setiap
pertengahan bulan aku pasti meminjam uang dari kawan-kawan di kantor untuk
sekadar ongkos menjenguk istriku di kampung dan minta jatah goyang malam. mulai pemred [waktu itu bang
choking, salah satu pendiri aji medan], redpel, korlip, para redaktur,
reporter kota, petugas layout, fotografer, staf iklan, hingga office-boy pun
sudah pernah kupinjam duitnya — biasanya 50 ribu, memang pada saat itu aku tidak tahu malu, alias muka badak.

setelah kami ke palembang untuk “mengubah nasib”, aku mengundurkan diri dari
aji. pada surat pengunduran diri yang kutulis dengan mesin ketik itu
kukatakan: “aku tidak sanggup lagi untuk tidak menerima amplop, karena tuntutan istriku yang akan menceraikan diriku kalau aku masih juga dengan ide ide “GILA” yaitu hanya memakan kertas dan minum tinta”. aku tidak sanggup lagi melihat anakku Kahlil gibran ( Penyair) yang selalu tersenyum lucu walaupun tubuhnya dibalut baju yang sangat sempit dan usang …itupun rombengan🙂.”

amani loppas,
selama 12 tahun jadi wartawan media cetak, selama itu pula batinku selalu
berontak, aku sebenarnya gila uang tetapi semua orang tidak mempercayai aku setiap meliput, setiap aku pindah media, selalu kutemukan para pembohong sukses. Aku sudah coba terapkan ilmu bohong, toh gagal terus, akhirnya aku tak sanggup lagi. pada 20 maret lalu, aku memutuskan untuk tidak lagi terikat dan bekerja di media — walaupun pemred global sebelumnya menawari aku jadi cleaning services🙂. lantas kubikin sebuah blog berita independen: batakxxx.wordpress.com, aku jadikan ajang Humor pers,  dari sini kupikir aku bisa mencari uang sebanyak banyaknya.

tadi pagi kukirim dua surat terbuka yang kutujukan pada aji, wartawan, dan
blogger indonesia. surat ini juga kukirim via email ke majalah tempo, dewan
pers, aji indonesia, aji medan, arya gunawan di unesco jakarta, dan kippas angin
medan.
Surat Terbuka Untuk AJI Indonesia

Salam,

Aku Nai malvinas. Pada 2000-2003 anggota AJI Medan. Aku mengundurkan diri jadi wartawan dan beralih profeksi jadi badut pelawak di BLOG ku.

Aku cuma wartawan kampungan [tinggal dan meliput di kampung — Balige –
kota kecil di tepi Danau Toba]. Ilmuku cuma sampai SMA Inpres. Tak pernah kuliah ilmu jurnalistik, ilmu politik, ilmu antah-berantah seperti banyak wartawan Jakarta pelajari. Tapi jangan kau tanya,  aku paham “ilmu tipu muslihat” — sesuatu yang membuatku patuh pada batinku, patuh pada hati nuraniku yang penuh manipulasi.

Dari AJI aku belajar banyak hal; terutama bahwa wartawan harus menulis demi uang, no hepeng no berita maksudnya bang…
Dan dari kakekku aku belajar lebih hebat dari situ; bahwa apapun profesi
kita, jangan lupa menerapkan ilmu muslihat tadi. Abang dan kakak di AJI Indonesia
pasti tahu; sudah terlalu banyak wartawan Indonesia yang tahu kalo aku  membohongi
masyarakat demi uang.

Setelah 12 tahun bekerja di media cetak, antara lain redaktur di Grup Jawa
Pos di Medan, kini aku “bertobat”. Aku muak melihat pers daerah; hampir
semua tak berduit.aku coba mencari jalan keluar untuk mencari uang.

Sejak 20 Maret lalu aku menjadi “pembantu” istriku mengurus jualannya di
depan rumah kami; oli-campur becak dan voucher HP elektrik. Aku akan
menghidupi kedua anakku dari berdagang dan nipu nipu dikit. Aku tak mau lagi kehilangan anakku demi idealisku yang ku banggakan itu, walaupun aku masih menerapkan nya di BLOG baruku, seperti tujuh tahun lalu, atau mendengar lagi tuntutan cerai dari istriku gara-gara aku sibuk dengan idealisme, disamping itu  karena kebutuhan biologisku tiap malam  — . Jiwaku tetaplah jiwa wartawan; nafasku juga masih nafas AJI.
tapi aku ingin jadi pelawak aja di BLOG, Sebab itu kubuat blog berita independen Batakxxx.

Aku menulis surat ini dengan maksud dua hal:

* Kalau kawan-kawan AJI masih peduli bahwa wartawan harus mata duitan,
dukunglah aku.duitmu yang kuminta; bukan seminar-seminarmu atau
proyek bukumu yang menghabiskan anggaran itu. Tapi beri aku dukungan moral korupsi,
beri aku semangat rekayasa untuk uang. Cuma itu. Tapi jangan dukung aku kalau kau tulus.
Aku tak butuh basa-basi.karena Hepeng do na mangatur negara on

* Jangan kalian “rusak” para jurnalis pemula dengan kampanye tolak-amplop.
Yang harus dilakukan AJI adalah mendesak semua media agar menggaji
wartawannya dengan layak dan berkecukupan, punya mobil, rumah dan simpanan di bank.
AJI harus berani menggalang semua wartawan untuk
mogok kerja. Setelah itu terpenuhi, barulah “sikat” wartawan yang tidak menerima
amplop. Dan sebelum media memberi gaji layak, hentikan kampanye
tolak-amplop. Jangan sampai ada [lagi] wartawan yang lugu mengorbankan
anak-istrinya demi paham yang kalian ciptakan seperti aku yang bodoh ini.

Pada tengah malam itu, 20 Maret dini hari, air mataku menetes di depan
komputer sambil ngupas bawang merah; melihat semua tulisan yang akan segera kuungkap ke publik.sembari dalam hatiku, kapan ya uang masuk ke rekening ku( insyah awloh )

ini? Salamku untuk semua anggota AJI;  Terus perjuangkan Uang, Uang dan Uang!

Nai malvinas, yang sekarang jadi badut pelawak BLOG

Jl. SM. Raja 007 Balige, Kabupaten Tobasa, Sumut.

Surat Terbuka Untuk Wartawan/Blogger Indonesia

Blog bukan cuma media-tanpa-sensor; blog telah menjadi malaikat penolong mencari uang cepat tempat menipu orang, pengaruh dan meracuni pikiran pembaca )

Media di Indonesia, terutama koran daerah, adalah mesin-uang bagi para
bunglon, pemeras, politisi, dan pelacur idealisme seperti aku ini.

Kurindukan suatu hari nanti, koran yang begitu akan mati; sebab mereka
sering membunuh wartawan korup. Kuimpikan detik ini, setiap warga akan menulis
dan mengedit beritanya sendiri yang kujadikan komoditi mencari uang.

Blog adalah tempat di mana tip dan trik menipu orang guna menambang hepeng.

Salamku untuk semua wartawan Indonesia; tirulah cara caraku ini, kelak aku akan mengeluarkan buku  Wartawan Pemeras For Dummies. Aku lagi mencari sponsor percetakan seperti  Enny Arrow press, MAP, POP, dan duniasex.com

Nai malvinas, yang sekarang jadi badut pelawak BLOG
Jl. SM. Raja 007 Balige, Kabupaten Tobasa, Sumut.

aku menulis surat ini kepada abang karena aku butuh teman melawak. aku selalu
kesepian. aku dianggap “gila” di kampungku, karena lawakan ku tidak lucu, cendrung Porno dan Bulshit.

aku tidak ingin abang segera bereaksi membaca surat ini; sebab abang tidak
akan bisa mengetahui latar masalahnya — dan aku tahu, itu jugalah dalam
benak abang sekarang. jika abang punya waktu, kumohon abang mau membaca
sejumlah lawakanku dan komentar para pembaca blogku soal trik trik humor menipu di
batakxxx. mudah-mudahan dengan begitu abang bisa lebih memahami dan mau menerima aku di grup lawakmu.

aku tak tahu apa yang sedang kuharapkan dari abang amani loppas dengan menulis surat ini. aku hanya merasa tersisih. aku butuh teman nipu orang.

kuucapkan banyak terima kasih kepada abang.
salam,

Nai malvinas, yang sekarang jadi badut pelawak BLOG

Silakan bila ingin mengutip artikel dari blog ini, dengan syarat menyebut sumbernya http://www.naimalvinas.wordpress.com dan nama penulisnya. Bila kau ingin, tulislah artikelmu dan kirimkan ke imelku, naimalvinas [at] gmail [dot] com; sertakan juga fotomu

)

Nb.

AJI ( Asosiasi Jogal Indonesia )

Pos ini dipublikasikan di Yang Heboh dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: