Mabes Polri Bantah Adanya Pemukulan Dalam Kasus Asori

Sabtu, 30 Agustus 2008  TEMPO Interaktif, Jakarta: Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) membantah adanya praktek pemukulan terhadap Kemat, Devid, dan Maman Sugianto terkait kasus misteri pembunuhan Asrori. Dan sampai saat ini belum ada pernyataan salah tangkap dari kepolisian.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Mabes Polri, Irjen Abubakar Nataprawira, membantah tentang adanya tindakan pemukulan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap Imam Hambali alias Kemat, Devid Eko Priyanto, dan Maman Sugianto. “Mereka kan didampingi pengacara, bisa protes dong,” kata Abubakar saat dihubungi Tempo via telepon selulernya, Sabtu (30/8).

Bantahan Abubakar ini terkait dengan pengakuan Ryan, sang jagal dari Jombang, yang telah mengaku sebagai orang yang membunuh Asori alias Aldo. Padahal, Kepolisian Resort (Polres) Jombang telah menetapkan Kemat dan Devid sebagai pembunuh Asori. Keduanya sudah ditetapkan untuk menjalani kurungan masing-masing 17 dan 12 tahun penjara. Sedangkan Maman sedang dalam proses pengadilan.

Namun demikian, Abubakar menyatakan hingga saat ini belum ada pernyataan salah tangkap dari kepolisian. “Belum”, jawabnya pendek.

Heru Triyono
Comments:

“Sudah Bukan Rahasia”

Kekerasan dalam penyidikan, kekerasan dalam cell tahanan polisi, senyuman “rupiah” oknum2 jaksa penuntut umum di PN adalah hal yang lumrah bagi warga negara republik yang kesandung proses hukum, memang oknum2 penyidik akan berusaha profesional apabila TSK adalah orang2 yang punya bobot/latar belakang [berpendidikan cukup, keluarga mapan, dan orang berpengaruh] atau dalam hal penanganan kasus2 yang mendapat sorotan publik. Untuk warga biasa akan mendapat perlakuan biasa [biasanya di perlakukan sewenang-wenang]. Di LP Bekasi dulu saya ketemu dengan korban salah tangkap kasus pembunuhan yang di jatuhi hukuman 10th dan belum terangkat ke permukaan, namanya Pak Basir asal Jepara, di tangkap di Cikarang. Ia adalah korban percobaan pembunuhan terhadap dirinya, dan pelaku yg ingin membunuhnya meninggal terbunuh oleh fihak lain, Pak Basir di jemput Polisi di salah satu RS dalam keadaan kritis. Melalui proses yg berbelit ia kemudian menjadi “tersangka, terdakwa dan akhirnya terpidana” sekarang ia sudah bebas. Jadi bukan rahasia lagi kalo kinerja aparat kita memang ” ” mudah2an mereka yg menjadi penegak hukum mulai mawas diri, dan tidak main-main dengan amanah yg mereka emban.
Pengirim : Setya Adri Wibowo di Bandung
Menu Sehari-hari Yang Diterima Tahanan

Kalau yg ditahan adalah seorang bajingan tengik, seperti jambret, pembunuh, terlebih masarakat dan pers antipati kpd bajingan tersebut, maka menu sehari-hari mereka adalah menerima bogem mentah dari anggota reskrim dan intel polisi dimana bajungan itu menjadi tahanan, benar atau salah adalah urusan belakangan. Atasan mereka pada umumnya tahu kelakuan anggotanya itu
Pengirim : Dean di Surabaya
http://www.tempointeraktif.com

Pos ini dipublikasikan di Yang Polisi dan tag , , , , , . Tandai permalink.