Maman Sugianto KASUS SALAH TANGKAP Pembunuhan Muhammad ASRORI (alias Aldo) Ditangguhkan Penahanannya

Beberapa menit yang lalu saya baru saja melihat berita di TV (saya lupa transtv atau antv) bahwa Maman Sugianto alias Sugik, 28 tahun, yang dikabulkan permintaan penangguhan penahanan.

Yang menarik dari kasus ini adalah:

  1. Mayat yang ditemukan akhirnya dari test DNA dinyatakan bukan Asrori, tapi mengapa dari awal Polisi tidak menggunakan test DNA? 
  2. Korban salah tangkap, sugik dan maman, masing-masing mengaku mereka disiksa POLISI agar mengaku melakukan pembunuhan. Ya ini saya baca di sini. POLISI harus banyak nonton CSI nih. Pak SBY ataupun Jendral Polisi, nampaknya perlu lembaga independent untuk mengawasi pemeriksaan saksi oleh Polisi.

Selain itu ada hal menarik meski MABES POLRI mengaku salah tangkap, tapi KEPOLISIAN menolak minta maaf kepada korban salah tangkap dengan alasan kesalahan ada di pihak KEJAKSAAN.

KEJAKSAAN pun 11-12 (sama saja), menyatakan kesalahan bukan pada KEJAKSAAN.

Sebenarnya kerugian korban salah tangkap bukan hanya masalah waktu yang habis di dalam penjara/bui, tapi juga:

  • Rasa malu dan turunnya martabat/reputasi
  • Uang yang dikeluarkan untuk megurus transportasi dan akomodasi selama proses persidangan
  • Urusan keluarga terbengkalai

MINTA MAAF saja susah, apalagi MENGGANTI RUGI kerugian material.

PAK PRESIDEN SBY dan WAPRES JK, dalam bidang asuransi ada yang namanya polis PROFESIONAL INDEMNITY, yang mengganti rugi tindak malpraktek kepada korban yang dirugikan. Bapak-bapak jangan main bodoh saja, terbukti bahwa POLISI juga manusia biasa, jadi harus ada jaminan kepada korban salah tangkap. 

Kepada korban, PEMERINTAHAN SBY (atau siapapun nanti yang jadi PRESIDEN)  yang diwakili KEPOLISIAN harus:

  1. MINTA MAAF di koran lokal di domisili KORBAN
  2. MEMBERI GANTI RUGI 10 x dari jumlah kerugian/uang yang hilang (opportunity) atau uang yang dikeuarkan korban (EXPENSES dan COST) selama proses pengadilan.

Selama tidak ada PERMINTAAN MAAF maupun GANTI RUGI kepada para korban SALAH TANGKAP, KEPOLISIAN Indonesia hanyalah kumpulan orang-orang primitif yang tidak pernah nonton film CSI. Jenderalnya juga orang-orang primitif yang masa bodoh dengan yang terjadi dengan kelakuan di bawahnya.

Buktikan JENDERAL! Benahi cara kerja kepolisian! Tonton CSI! Buktikan bahwa kalian menjadi JENDERAL dengan modal IQ bukan OTOT!

NOTE:

  • Saya menulis ini bukan karena saya benci POLISI, namun karena saya cinta KEADILAN!
  •  Tulisan saya terkait yang “membela” POLISI kelas rendah “POLISI Juga Manusia”
Pos ini dipublikasikan di Yang Polisi dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s