Dunia hadapi gelombang PHK

Kamis, 11/12/2008 Koran Bisnis Indonesia  Cetak

MELBOURNE: Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) siap menerjang perekonomian dunia akibat krisis keuangan yang memicu terjadinya resesi di beberapa negara maju.

Perusahaan pertambangan asal Australia, Rio Tinto Group, seperti dikutip Bloomberg, kemarin, berencana merumahkan 14.000 karyawan atau sekitar 13% dari total karyawan sebanyak 112.000 dan memangkas belanja senilai US$5 miliar akibat resesi global yang menekan permintaan produksi logam.

Chief Executive Officer Rio Tinto Tom Albanese menyebutkan pemangkasan karyawan akan menghemat anggaran sebanyak US$1,2 miliar per tahun.

Dari Jepang, Sony Corp, produsen barang-barang elektronik rumah tangga terbesar kedua di dunia, berencana memangkas 16.000 karyawannya, baik karyawan tetap maupun temporer.

Adapun Svenska Kullagerfabriken AB (SKF AB), perusahaan multinasional asal Swedia, yang menghasilkan berbagai macam sistem pelumas dan mesin, pada kuartal IV/2008 siap merumahkan 2.500 karyawannya akibat melorotnya permintaan.

The Ann Arbor, lembaga penelitian industri otomotif yang berbasis di Michigan, AS, memperkirakan keruntuhan General Motors Corp akan memicu pengangguran hingga 2,5 juta orang. Jumlah itu termasuk 1,4 juta orang yang bekerja pada industri yang tidak terkait langsung. Chrysler juga mengumumkan telah memberhentikan 5.000 karyawannya sejak pekan lalu.

Sementara itu, perusahaan telekomunikasi terbesar di AS, AT&T juga siap merumahkan 12.000 pegawainya.

Selanjutnya, Citigroup Inc, bank asal Amerika Serikat yang pada bulan lalu mengaku sedang merumahkan 52.000 karyawannya, kemarin menyatakan siap memberhentikan 1.000 pegawainya yang bekerja pada unit sekuritas di Jepang.

“Pemangkasan karyawan Citigroup di Jepang memang tidak terhindarkan karena volume transaksi yang makin kecil dan meningkatnya pembatalan transaksi,” kata Naoki Fujiwara, pialang Shinkin Asset Management Co, kemarin.

Sejauh ini, Citigroup tercatat sebagai perusahaan yang melakukan pemangkasan karyawan terbanyak di dunia.

CEO Citigroup Vikram Pandit mengaku berencana mengurangi karyawannya di seluruh dunia sebanyak 352.000 orang atau satu dari tujuh pekerjanya.

Secara global, lebih dari 200.000 karyawan dalam industri keuangan terlempar dari pasar kerja akibat krisis kredit, yang nilai kerugiannya saat ini mendekati US$1 triliun. (gak)

Bloomberg

Sumber : http://bisnis.com

Pos ini dipublikasikan di Yang Heboh dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s