Razia Software Bajakan di Laptop Penumpang di Bandara Denda 100 juta

Hahaha .. siap-siap didenda 100 miliar

Sosialisasi dan edukasi anti software bajakan terus dilakukan pemerintah. Kali ini, dilakukan kepada semua penumpang pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya yang membawa alat elektronik berupa laptop secara sukarela.

Pemeriksaan secara sukarela terhadap laptop penumpang dilakukan oleh sejumlah petugas gabungan dari Ditjen Hak Kekayaan Intelektual, Kemenkumham, dan petugas PT Angkasapura I Juanda.

Tim gabungan tersebut bekerja sejak hari ini, Kamis (22/5/2014) di terminal I, dan Jumat (23/5/2014) besok di terminal II Bandara Internasional Juanda Surabaya, di terminal keberangkatan domestik dan internasional.

“Kami tidak punya wewenang untuk memberi tindakan, dalam hal ini, kami hanya memeriksa software, dan mengingatkan penumpang akan bahaya software bajakan,” kata Direktur Penyidikan Ditjen HAKI, Kemenkumham, Tosin Junansyah.

Lokasi bandara dinilai sebagai lokasi yang tepat, karena selain sebagai pusat mobilitas penduduk, juga sebagai pusat keramaian dan aktifitas bisnis. “Sebelumnya kami juga pernah lakukan di Bandara Soekarno Hatta, selanjutnya kami pilih lakukan di Makassar dan Medan,” tambahnya.

Pemeriksaan merupakan bagian dari kampanye “Indonesia Tolak Barang Palsu dan Bajakan”, agar masyarakat secara pribadi menjadi lebih sadar tentang pentingnya penghargaan terhadap hak kekayaan intelektual khususnya hak cipta atas software komputer.

“Kegiatan ini juga merupakan jawaban terkait dengan masih adanya stigma negatif yang menyebutkan bahwa banyak barang palsu bajakan yang masuk secara bebas ke Indonesia,” kata Tosin.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.