Wah banyak Anak SD pernah menonton Video Porno

Sekitar 8 ribu lebih siswa sekolah dasar yang ada di sembilan kecamatan di Kabupaten Banyumas Jawa Tengah mengaku pernah menonton tayangan porno.

Pernyataan tersebut diungkapkan trainer semi-hypnotis, Subur Putra yang telah melakukan kegiatan hypnoterapi di sejumlah sekolah yang ada di Kabupaten Banyumas.

“Sekitar 8 ribu lebih siswa kelas VI SD yang ada di sembilan kecamatan di Banyumas ternyata mengakui pernah menonton tayangan porno. Pengakuan ini sangat mengagetkan, karena mereka sebagian besar menonton tayangan porno sejak duduk di bangku kelas IV SD yang bisa diakses melalui ponsel dan warnet di sekitar tempat mereka tinggal,” ucapnya usai menjadi trainer semihypnoterapi di SMP 9 Purwokerto, Senin (26/5).

Menurut Subur, fenomena ini juga terjadi di beberapa wilayah seperti Yogyakarta, Bengkulu dan Medan. Dia mengemukakan, di sejumlah kota tersebut ditemukan fenomena anak-anak remaja mengalami gangguan emosional. Gangguan emosional tersebut disebabkan dari kemudahan mengakses kemajuan teknologi digital, salah satunya telepon seluler. “Bahkan anak SD bisa mengakses segala macam konten video dari ponsel yang memiliki tampilan video,” ujarnya.

Subur mengemukakan, fenomena ini sekaligus membuktikan lemahnya regulasi hukum para politisi yang seharusnya memberikan pembatasan secara nasional. Menurut Subur, jika anak SD bisa mengakses konten porno, maka ini akan tertanam dalam memori mereka dalam waktu yang cukup panjang dan suatu saat akan mereka praktikan ingatan yang tertanam tersebut.

“Jadi fenomena yang ada di media, seperti kekerasan seksual terhadap anak dan seterusnya, ini sangat berpeluang berasal dari sana (konten porno yang bebas diakses anak-anak). Ini wujud ketidakmampuan pemerintah dalam melindungi anak,” ucapnya.

Dia berharap pemerintahan baru nanti bisa membuat program agar Indonesia yang baru nantinya bisa terbebas dari fenomena tersebut.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.